LINTASJATIM.com, Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menegaskan bahwa temuan kasus infeksi Influenza A (H3N2) subclade K atau yang populer disebut super flu masih dalam kondisi terkendali. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang berpotensi menimbulkan kepanikan.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, menyampaikan bahwa kemunculan varian influenza tersebut tidak lepas dari karakter Indonesia sebagai negara tropis yang memungkinkan virus berkembang dan bermutasi. Namun, ia menekankan bahwa istilah super flu kerap disalahartikan di tengah masyarakat.
“Perlu diluruskan, super flu bukan berarti flu yang super berbahaya. Istilah itu hanya penyebutan di masyarakat. Sebenarnya ini adalah virus influenza A yang memang sudah ada, lalu mengalami mutasi genetik,” ujar Husnul dikutip dari detikJatim.com, Sabtu (10/1/2026).
Dalam upaya pemantauan, Dinkes Kota Malang melakukan surveilans melalui dua fasilitas kesehatan sentinel, yakni Puskesmas Dinoyo dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).
Puskesmas Dinoyo berfokus pada pemantauan kasus Influenza-Like Illness (ILI), sementara RSSA menangani Severe Acute Respiratory Infection (SARI) atau infeksi saluran pernapasan akut berat.
Husnul menjelaskan, setiap sampel dari pasien yang memenuhi kriteria akan diperiksa lebih lanjut di Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Laboratorium Medis (BBKLM) Surabaya.
“Sampel dari dua sentinel ini dikirim ke BBKLM Surabaya untuk pemeriksaan laboratorium. Jika ada indikasi kuat, dilanjutkan dengan pemeriksaan Whole Genome Sequencing untuk memastikan jenis virusnya,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, kasus Influenza A H3N2 di Kota Malang terdeteksi secara terbatas sejak September hingga November 2025. Seluruh pasien yang terkonfirmasi dinyatakan sembuh dan telah kembali beraktivitas normal.
“Total ada 17 kasus dan semuanya sudah sembuh. Kontak erat juga sudah diperiksa, dan kondisinya aman. Situasi di Kota Malang terkendali,” tegas Husnul.
Ia menambahkan, hingga memasuki Januari 2026 belum ditemukan laporan kasus baru. Kendati demikian, Dinkes memastikan surveilans tetap berjalan secara berkala sebagai langkah pencegahan dini.
Dinkes Kota Malang mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, tanpa harus panik.
“Kita sudah punya pengalaman menghadapi pandemi. Jadi kuncinya bukan takut, tapi waspada dan disiplin menjaga kesehatan,” pungkas Husnul.






