Polsek Gondanglegi Sosialisasikan Pencegahan Bullying di MIS Sunan Giri

Sosialisasi bullying Polsek Gondanglegi bersama MIS Sunan Giri.
Sosialisasi bullying Polsek Gondanglegi bersama MIS Sunan Giri.

LINTASJATIM.com, Malang – Polsek Gondanglegi menggelar sosialisasi pencegahan bullying di MIS Sunan Giri, Desa Sumberjaya, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin (26/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa sejak dini terkait bahaya perundungan di lingkungan sekolah.

Bacaan Lainnya

Sosialisasi yang berlangsung di aula sekolah tersebut menjadi ruang strategis untuk menyampaikan pesan pembinaan karakter dan perlindungan anak. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa, guru, serta tenaga pendidik MIS Sunan Giri.

Anggota Polsek Gondanglegi tampak berbaur dan berada di barisan depan bersama para siswa. Kehadiran aparat kepolisian tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra edukatif dalam dunia pendidikan.

Melalui kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman mengenai dampak bullying, baik secara fisik, psikis, maupun sosial.

Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi. Mereka secara kompak menyatakan sikap menolak segala bentuk perundungan sebagai wujud komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Materi sosialisasi disampaikan dengan pendekatan persuasif dan komunikatif menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa bullying, baik verbal, fisik, maupun psikologis, merupakan perilaku yang tidak dibenarkan dan dapat merugikan korban serta lingkungan sekolah.

Selain menyasar siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi guru dan wali murid agar lebih peka terhadap tanda-tanda bullying, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga. Kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan kepolisian dinilai penting dalam mencegah terjadinya perundungan.

Melalui sosialisasi ini, Polsek Gondanglegi berharap dapat menumbuhkan budaya saling menghormati, empati, serta tanggung jawab sosial pada peserta didik. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan berkarakter.

Pos terkait