Kholid Thohiri Tekankan Kolaborasi NU-Pemdes Wujudkan Kampung Moderasi Beragama

Kaprodi PAI STAI Diponegoro, Dr. M. Kholid Thohiri. (Dokumen Pribadi)
Kaprodi PAI STAI Diponegoro, Dr. M. Kholid Thohiri. (Dokumen Pribadi)

LINTASJATIM.com, Tulungagung – Penguatan Moderasi Beragama di tingkat desa memerlukan kerja kolaboratif dan program nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I dalam peluncuran Program Desa Binaan Kampung Moderasi Beragama di Aula Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Selasa (6/1/2025).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat STAI Diponegoro Tulungagung yang secara berkelanjutan mendampingi Desa Pulerejo dalam penguatan nilai-nilai Moderasi Beragama berbasis ke-NU-an.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I dan Sistupani, M.Pd.I yang mewakili civitas akademika STAI Diponegoro Tulungagung.

Dalam sambutannya, Kholid menegaskan bahwa Moderasi Beragama tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, melainkan harus dibangun melalui program konkret dan berkesinambungan.

Ia menilai Desa Pulerejo telah menjadi contoh praktik baik kolaborasi antara Nahdlatul Ulama dan pemerintah desa dalam membumikan Islam yang ramah dan inklusif.

“Moderasi Beragama harus hadir di sekolah, di ruang keluarga, dalam kegiatan ekonomi, dan kehidupan pemuda desa. Inilah yang sedang kita bangun bersama di Pulerejo,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah program telah dijalankan dalam kerangka Desa Binaan STAI Diponegoro Tulungagung. Di bidang pendidikan, dilakukan sosialisasi dan pelatihan Sekolah Anti Kekerasan dan Ramah Anak di lembaga pendidikan, baik di bawah naungan LP Ma’arif NU maupun Kementerian Agama.

“Program ini bertujuan menanamkan nilai toleransi, non-diskriminasi, serta penghormatan terhadap hak anak sejak dini,” jelasnya.

Pada aspek sosial-keagamaan dan budaya, penguatan kegiatan keagamaan serta pelestarian budaya lokal terus digalakkan melalui pengajian, tradisi keagamaan, dan praktik budaya desa yang selaras dengan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah. Dengan demikian, Moderasi Beragama tumbuh dari akar tradisi masyarakat itu sendiri.

Sementara di sektor pemberdayaan ekonomi, STAI Diponegoro Tulungagung bersama NU dan pemerintah desa melaksanakan pelatihan kewirausahaan bagi kelompok perempuan, khususnya Muslimat dan Fatayat NU.

Program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mendukung pencapaian SDGs Desa. Bagi generasi muda, penguatan wawasan kebangsaan dan ke-NU-an juga menjadi perhatian utama.

Pembinaan bagi pemuda desa, termasuk kader IPNU dan IPPNU, diarahkan untuk mencegah masuknya paham keagamaan ekstrem serta memperkokoh komitmen kebangsaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui peluncuran Program Desa Binaan Kampung Moderasi Beragama ini, STAI Diponegoro Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan akademik, sosial, dan kultural secara berkelanjutan agar nilai Moderasi Beragama benar-benar terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat Desa Pulerejo.

Program tersebut diharapkan dapat menjadikan Desa Pulerejo sebagai model Kampung Moderasi Beragama berbasis NU yang tidak hanya menjaga kerukunan umat beragama, tetapi juga mendorong pembangunan desa yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Acara peluncuran diikuti oleh Kepala Desa Pulerejo beserta perangkat desa, pengurus Ranting NU, Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU dan IPPNU, serta pimpinan lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Tulungagung dan Kementerian Agama, yakni SMK NU Pondok Pesantren Al-Mustofa, SMP Islam Al-Mustofa, dan MTs Negeri 7 Tulungagung. (jaz/red)

Pos terkait