KKN UTM Resmikan Landmark SAPA DESA di Bulugunung

Peresmian Landmark SAPA DESA KKN Kolaboratif UTM di Desa Bulugunung.
Peresmian Landmark SAPA DESA KKN Kolaboratif UTM di Desa Bulugunung.

LINTASJATIM.com, Magetan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengakhiri rangkaian pengabdian di Desa Bulugunung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, dengan meresmikan SAPA DESA (Spot Andalan Penanda Desa), sebuah landmark ikonik bertuliskan ‘Bulugunung’, Sabtu (25/7/2026).

Peresmian dilakukan bersama Kepala Desa Bulugunung dan menjadi program kerja terakhir mahasiswa KKN sebelum penutupan kegiatan pada malam harinya.

Bacaan Lainnya

Landmark tersebut dibangun melalui gotong royong mahasiswa KKN bersama masyarakat pada Jumat (24/7/2026). Proses pengerjaannya meliputi pemasangan konstruksi, pengecatan, hingga penyelesaian tahap akhir agar dapat berfungsi sebagai penanda sekaligus ikon baru desa.

Mengusung nama SAPA DESA, landmark ini tidak hanya menjadi penanda wilayah, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Desa Bulugunung. Berlokasi dengan latar panorama pegunungan, keberadaannya diharapkan menjadi daya tarik wisata sekaligus lokasi swafoto bagi masyarakat maupun pengunjung.

Kepala Desa Bulugunung, Sutarjo, mengapresiasi dedikasi mahasiswa KKN UTM yang selama hampir satu bulan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di desa tersebut. Menurutnya, landmark itu akan menjadi simbol kebersamaan antara mahasiswa dan warga.

“Terima kasih kepada teman-teman KKN Universitas Trunojoyo Madura yang telah melaksanakan pengabdian di Desa Bulugunung. Dengan adanya landmark ini, semoga kalian selalu dikenang oleh masyarakat. Kenangan ini akan tetap tersimpan dan dikenang selamanya,” ujar Sutarjo saat meresmikan Landmark SAPA DESA.

Peresmian tersebut menjadi momen emosional bagi mahasiswa KKN. Setelah hampir sebulan menjalankan berbagai program di bidang pendidikan, lingkungan, keselamatan berkendara, digitalisasi UMKM, hingga penguatan potensi desa, SAPA DESA menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mereka.

Koordinator Desa KKN Kolaboratif UTM Desa Bulugunung, Febrian Prasetiyo, mengatakan landmark tersebut dirancang sebagai luaran yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Harapan kami, landmark ini dapat berdiri kokoh sebagai identitas desa sekaligus menjadi kenangan indah bagi masyarakat. Setiap orang yang berkunjung atau mengabadikan momen di tempat ini diharapkan akan selalu mengingat Desa Bulugunung sebagai desa yang memiliki semangat kebersamaan dan gotong royong. Kami juga berharap landmark ini dapat dijaga dan dirawat bersama karena menjadi simbol bahwa kami pernah belajar, mengabdi, dan tumbuh bersama masyarakat Bulugunung,” tuturnya.

Selama pelaksanaan KKN Kolaboratif, mahasiswa UTM melaksanakan berbagai program yang menyasar beragam sektor, mulai dari edukasi di sekolah, digitalisasi UMKM, pengelolaan lingkungan, peningkatan keselamatan berkendara, hingga pemberdayaan masyarakat. Seluruh kegiatan dirancang untuk mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.

Peresmian Landmark SAPA DESA menjadi penutup seluruh rangkaian program KKN Kolaboratif UTM di Desa Bulugunung. Meski masa pengabdian telah berakhir, semangat kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan terus berlanjut.

Mahasiswa KKN juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bulugunung beserta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan program. Mereka berharap Landmark SAPA DESA tidak hanya menjadi identitas baru desa, tetapi juga simbol persahabatan, gotong royong, dan pengabdian yang akan terus dikenang.

Pos terkait