LINTASJATIM.com, Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menjalin kerja sama strategis dengan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA), Rabu (14/1/2026).
Kerja sama ini menjadi bagian dari kegiatan benchmarking INISNU Temanggung sekaligus penguatan jejaring antar-Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU).
Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menegaskan komitmen kedua institusi untuk membangun kolaborasi berkelanjutan guna meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi serta memperkuat kontribusi PTNU dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ia menyampaikan bahwa sinergi antarperguruan tinggi NU menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan global pendidikan tinggi sekaligus memperkokoh peran PTNU dalam melayani umat dan bangsa.
“Seluruh unit di UNUSIDA siap menjadi mitra berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi. Silakan didiskusikan dan digali apa yang benar-benar dibutuhkan,” ujar Fatkul Anam.
Menurutnya, komunikasi berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan kerja sama antarlembaga. Pertukaran informasi tidak cukup hanya dilakukan dalam forum formal, tetapi perlu dijaga secara intensif dalam kehidupan kelembagaan sehari-hari.
“Jaga komunikasi dan silaturahmi. Dengan saling bertukar informasi, kita bisa memantau perkembangan masing-masing institusi,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan sistem penjaminan mutu internal.
Ia menilai kegiatan benchmarking ini memberikan banyak pembelajaran yang akan segera ditindaklanjuti dan dijadikan program prioritas pada tahun pertama kepemimpinannya.
“Banyak ilmu dan pengalaman yang kami peroleh. Tantangannya adalah bagaimana mewujudkannya dalam langkah nyata. Salah satu fokus kami adalah penguatan sistem aplikasi dan digitalisasi, karena perguruan tinggi saat ini harus ditopang oleh sistem yang kuat dan terukur,” jelasnya.
Menurut Hamidulloh, keterbatasan justru harus menjadi modal untuk berbenah dan bertransformasi, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Temanggung.
“Lembaga pendidikan tidak boleh statis. Indikator lembaga yang sehat adalah terus bergerak, bertransformasi, dan belajar,” pungkasnya.






