Peringatan Harlah Pagar Nusa-GASMI di Tulungagung Berjalan Kondusif

Peringatan Harlah Pagar Nusa dan Gasmi di Tulungagung. (Istimewa)
Peringatan Harlah Pagar Nusa dan Gasmi di Tulungagung. (Istimewa)

LINTASJATIM.com, Tulungagung – Ratusan pendekar menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-40 Perguruan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa dan Harlah ke-60 GASMI di Padepokan Gasmi Cabang Tulungagung, Dusun Nguri, Desa Sukoharjo, Kecamatan Bandung, pada Minggu (11/1/2026)

Ketua GASMI Cabang Tulungagung, Ubaidillah Suwito, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa momentum harlah ini merupakan penanda sejarah berdirinya organisasi pencak silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Ia menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga citra organisasi.

Bacaan Lainnya

“Jadikan momentum harlah ini untuk menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa pencak silat Pagar Nusa dan GASMI yang berasal dari santri menjadi contoh organisasi yang baik. Kita harus menjadi salah satu garda terdepan untuk menjaga NKRI,” ujar Ubaidillah di hadapan sekitar 100 peserta yang hadir.

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Bandung, AKP Sumaji memberikan apresiasi atas peran organisasi ini dalam menjaga keamanan masyarakat. Ia berharap Pagar Nusa dan GASMI dapat terus menjadi teladan bagi organisasi bela diri lainnya di wilayah Tulungagung.

AKP Sumaji juga memberikan pesan tegas agar para anggota tidak terlibat dalam tindakan melanggar hukum. Menurutnya, setiap pelanggaran hukum hanya akan merugikan diri sendiri, orang tua, serta mencoreng nama baik organisasi yang pada dasarnya mengajarkan kebaikan.

“Kami mengharapkan setiap kegiatan organisasi saling menghargai dan menghormati. Tidak perlu saling mengejek atau menjatuhkan karena kita adalah satu bangsa dan satu bahasa, yaitu Indonesia, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” ucap AKP Sumaji.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB ini menjadi ajang silaturahmi rutin tahunan bagi santri Pagar Nusa dan GASMI dari wilayah Tulungagung hingga Trenggalek

Acara diisi dengan serangkaian kegiatan khidmat, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, pemotongan tumpeng, hingga atraksi pencak dor.

Hingga acara berakhir pada siang hari, situasi dilaporkan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Guna mengantisipasi potensi kerawanan, pihak kepolisian telah menyiagakan pengamanan terbuka maupun tertutup yang didukung oleh personel dari Pleton Dalmas Polres Tulungagung. (jaz/red)

Pos terkait