LINTASJATIM.com, Surabaya – Gangguan operasional kereta api akibat banjir di lintas utara berdampak signifikan terhadap perjalanan KA dari dan menuju wilayah Daop 8 Surabaya.
Hingga Senin (19/1/2026) siang, ribuan calon penumpang tercatat membatalkan tiket karena jadwal perjalanan mengalami keterlambatan panjang.
Dikutip dari detikJatim.com, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya mencatat sebanyak 3.786 pelanggan telah mengajukan pembatalan tiket hingga pukul 12.00 WIB.
Pembatalan dilakukan seiring upaya perusahaan melakukan pengaturan ulang pola operasi demi menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan kereta api lainnya.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan keterlambatan yang terjadi memaksa KAI mengambil langkah rekayasa operasional, termasuk pembatalan sejumlah perjalanan.
“Pembatalan ini dilakukan karena tingkat kelambatan perjalanan KA cukup tinggi, sehingga perlu optimalisasi dan rekayasa pola operasi untuk mengurangi dampak pada perjalanan KA lainnya,” ujar Mahendro.
Meski jalur KA di lintas utara saat ini sudah bisa dilewati kembali, Mahendro menyebut dampak banjir sebelumnya masih memengaruhi jadwal perjalanan. Oleh karena itu, pengoperasian kereta dilakukan secara bertahap dengan pembatasan kecepatan dan sistem bergantian antarperjalanan.
“Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama. Jalur sudah bisa dilalui dengan kecepatan terbatas, namun sejumlah perjalanan terpaksa dibatalkan untuk mengantisipasi penumpukan keterlambatan,” jelasnya.
Beberapa kereta api yang dibatalkan antara lain KA Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, KA Ambarawa Ekspres relasi Surabaya Pasarturi–Semarang Poncol, KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, serta KA Gajayana dan Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir.
Selain pembatalan, KAI Daop 8 Surabaya juga melakukan penyesuaian rangkaian atau stamformasi pada sejumlah KA yang masih beroperasi, seperti KA Harina, KA Gumarang, dan KA Arjuno Ekspres.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga pelayanan tetap berjalan dan mempercepat proses normalisasi perjalanan.
KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan memberikan layanan pengembalian bea tiket secara penuh maupun penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan.
“Pelanggan dapat melakukan refund 100 persen di luar biaya pemesanan atau reschedule tanpa biaya tambahan melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, maupun Contact Center 121,” kata Mahendro.
Untuk memastikan layanan tetap optimal, KAI juga menyiagakan petugas pelayanan pelanggan di stasiun guna memberikan informasi dan pendampingan kepada penumpang selama kondisi operasional terdampak cuaca ekstrem.






