LINTASJATIM.com, Surabaya – Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya memperkuat jejaring akademik global dengan menyelenggarakan International Conference bekerja sama dengan Universiti Malaya (UM), Malaysia, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Pascasarjana Tower B Lantai 3 UINSA Surabaya pukul 08.00–14.30 WIB. Konferensi dihadiri oleh akademisi, peneliti, dosen, serta mahasiswa dari FUF UINSA dan Universiti Malaya.
Konferensi internasional tersebut mengusung tema ‘Peluang dan Tantangan Studi Aqidah dan Filsafat atau Pemikiran Islam pada Era Kontemporer’. Tema ini menjadi respons akademik atas dinamika keilmuan Islam yang terus berkembang seiring arus globalisasi, modernitas, serta transformasi sosial dan budaya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UINSA, Abdul Muhid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan wujud komitmen fakultas dalam memperkuat tradisi akademik sekaligus memperluas jejaring keilmuan internasional.
Menurutnya, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat memiliki peran strategis dalam membangun pola pikir kritis, moderat, dan dialogis di tengah pluralitas pemikiran global.
“Fakultas Ushuluddin dan Filsafat merupakan fakultas tertua di UINSA dan menjadi fondasi bagi berbagai disiplin ilmu lainnya. Di tengah tantangan global, termasuk munculnya berbagai aliran menyimpang, kajian aqidah dan filsafat perlu terus dikaji secara mendalam agar tidak terjadi penyimpangan pemahaman,” ujarnya.
Sementara itu, Pensyarah Kanan Jabatan Ushuluddin dan Dakwah Universiti Malaya, Muhammad Hazim bin Mohd Azhar, mengapresiasi kerja sama akademik yang terjalin dengan UIN Sunan Ampel Surabaya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam pengembangan studi pemikiran Islam, khususnya dalam menghadapi tantangan epistemologis dan metodologis di era modern.
“Kerja sama ini menjadi wadah strategis untuk saling bertukar perspektif, metodologi, dan pengalaman akademik antarnegara. Keilmuan perlu dikembangkan dan dipahami secara kolektif, bukan hanya oleh satu kelompok,” ujarnya.
Rangkaian konferensi diawali dengan International Seminar yang menghadirkan dosen akademisi dari UIN Sunan Ampel Surabaya dan Universiti Malaya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan International Seminar Mahasiswa dalam bentuk parallel session yang direviu oleh dosen UINSA. Para pemateri membahas isu-isu kontemporer dalam studi aqidah dan filsafat atau pemikiran Islam di tiga kelas paralel.
Melalui penyelenggaraan International Conference ini, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan studi keislaman yang inklusif, kritis, dan berorientasi global.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjawab peluang dan tantangan kajian pemikiran Islam di era kontemporer serta memperkuat kontribusi akademik Islam dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berkeadaban.





