LINTASJATIM.com, Magetan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 1 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan seksual melalui Program GARDA (Gerakan Anti Rundungan dan Diskriminasi pada Anak) di SMP Negeri 1 Plaosan, Kabupaten Magetan, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan bertema ‘Kenali Batasmu, Lindungi Dirimu’ itu bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga batasan diri, memahami konsep persetujuan (consent), serta memiliki keberanian untuk melindungi diri dan melapor apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan kekerasan seksual.
Sosialisasi dipandu oleh mahasiswa KKN Kolaboratif 1 UTM, Sofia Rineksa Hapsari dan Haydar Pahlevi Subiyakto, dengan metode interaktif agar materi lebih mudah dipahami peserta didik.
Sebelum memasuki materi utama, siswa mengikuti sesi ice breaking dan permainan What’s Your Opinion? untuk menggali pemahaman awal mengenai perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pre-test sebagai pengukuran pengetahuan awal peserta.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pengertian kekerasan seksual, berbagai bentuknya, pentingnya memahami batasan diri dan persetujuan (consent), dampak yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahan dan penanganan apabila menjadi korban maupun saksi tindakan kekerasan seksual.
Agar materi lebih mudah dipahami, siswa juga diajak berdiskusi melalui studi kasus sederhana untuk mengidentifikasi perilaku yang termasuk kategori kekerasan seksual dan yang bukan.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan dengan aktif bertanya maupun menyampaikan pendapat terkait berbagai situasi yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.
Sebagai evaluasi, mahasiswa memberikan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti sosialisasi. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan Deklarasi Berani Bicara sebagai komitmen bersama untuk menghormati batasan diri sendiri maupun orang lain, berani mengatakan ‘tidak’ terhadap tindakan yang membuat tidak nyaman, serta berani melapor kepada orang yang dipercaya apabila mengalami atau menyaksikan kekerasan seksual.
Selain itu, peserta juga mengikuti kegiatan Bintang Pembelajaran dengan menuliskan satu hal penting yang diperoleh selama sosialisasi sebagai bentuk refleksi terhadap materi yang telah diterima.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kolaboratif UTM, Dr. Haryo Triajie, S.Pi., M.Si., mengatakan edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual perlu diberikan sejak usia remaja agar peserta didik memiliki keberanian untuk melindungi diri serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
“Edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual penting diberikan sejak usia remaja agar peserta didik memiliki keberanian untuk melindungi diri serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai,” ujarnya.
Melalui Program GARDA, mahasiswa KKN Kolaboratif 1 UTM berharap siswa tidak hanya memahami konsep pencegahan kekerasan seksual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan meningkatnya kesadaran untuk menghormati batasan diri dan orang lain, lingkungan sekolah diharapkan menjadi ruang belajar yang lebih aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Program GARDA merupakan salah satu program kerja KKN Kolaboratif Universitas Trunojoyo Madura yang dilaksanakan oleh Kelompok 1 Desa Bulugunung. Sofia Rineksa Hapsari dan Haydar Pahlevi Subiyakto bertindak sebagai penanggung jawab program sekaligus pemateri, dengan dukungan anggota kelompok lainnya dalam penyusunan materi, koordinasi dengan pihak sekolah, pelaksanaan kegiatan, dokumentasi, evaluasi, dan publikasi.
Kolaborasi tersebut menjadi wujud komitmen mahasiswa KKN Kolaboratif UTM dalam menghadirkan program edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual.





