LDII Trenggalek Helat Musyda VI, DPW LDII Jatim Pesankan Dukung Program Pemda

Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Moch Amrodji Konawi di Musyda VI DPD LDII Trenggalek resmi dibuka. (Jazuli)
Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Moch Amrodji Konawi di Musyda VI DPD LDII Trenggalek resmi dibuka. (Jazuli)

LINTASJATIM.com, Trenggalek – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Trenggalek menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) di Gedung Bhawarasa, Trenggalek.

Kegiatan lima tahunan ini mengusung tema ‘Penguatan SDM Profesional Religius yang Berdaya Saing dan Berakhlak Mulia untuk Mewujudkan Kota Atraktif Menuju Indonesia Emas 2045.’

Bacaan Lainnya

Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Moch Amrodji Konawi, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja kepengurusan DPD LDII Trenggalek di bawah kepemimpinan Hariyanto. Menurutnya, hubungan vertikal maupun horizontal yang dijalin selama lima tahun terakhir berjalan sangat harmonis.

“Hubungan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Forkopimda, hingga tingkat kecamatan berjalan bagus. Secara horizontal, sinergi dengan sesama ormas seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Kemenag, serta MUI juga terjalin dengan baik,” ujar KH Moch Amrodji Konawi Rabu (28/1/2026).

Ia menegaskan program kerja yang dijalankan LDII di tingkat daerah harus selaras dengan program pemerintah daerah. Amrodji menganalogikan Indonesia sebagai sebuah kapal besar yang harus dijaga bersama agar tidak tenggelam.

“Tidak boleh ada yang berseberangan. Kalau di Trenggalek semua adem ayem, insyaallah ibadah semua lancar,” imbuhnya.

Beliau juga menginstruksikan agar setiap Musyda disertai dengan dialog kebangsaan guna memperkuat komitmen warga negara. Tujuannya untuk mendapatkan pengetahuan wawasan kebangsaan.

“Harus disiapkan dialog kebangsaan seperti itu dalam rangka itu membangun kebangsaan sebagai warga negara Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Trenggalek, Suharyanto, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, atas dukungan fasilitas serta sinergi yang selama ini terbangun.

Ia menyatakan Musyda kali ini bukan sekadar agenda evaluasi dan pemilihan pengurus, melainkan momentum penguatan kaderisasi untuk menghadapi tantangan zaman.

“Tantangan zaman semakin berat. Kader LDII harus profesional tetapi tetap religius. Kami berkomitmen untuk terus menjadi solusi dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia Emas 2045,” tutur Suharyanto.

Suharyanto juga berpesan kepada seluruh pengurus untuk senantiasa meneguhkan ikatan kebangsaan dalam bermasyarakat. Ia menekankan pentingnya berdakwah secara sejuk, santun, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

Sementara, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang diwakili oleh Kepala Bakesbangpol Trenggalek, Sunyoto mengatakan pihaknya menyadari hari ini memang salah satu peran ormas islam dalam rangka untuk membantu proses pembangunan di Kabupaten Trenggalek ini memang dominan.

“Sehingga kita harus di apresiasi hal-hal semacam ini. Malah kalau bisa kita bisa bantu melalui saluran-saluran yang memungkinkan seperti kalau di sini OPDnya di Bakesbangpol,” ujar Sunyoto.

Beliau mengaku organisasi keagamaan memiliki umat yang banyak sekali. Sehingga proses pembinaan dan sebagainya bisa dilakukan.

Pemkab Trenggalek mengapresiasi Musyda VI, terlebih tema yang dibuat LDII Trenggalek sangat mendukung proses pembangunan dan pembangunan pembujukan kota atraktif Trenggalek.

“Tidak hanya atraktif saja, nanti di proses pengembangan perekonomian, pendidikan, dan sebagainya,” tandasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, panitia menyelenggarakan dialog kebangsaan secara panel. Diskusi tersebut menghadirkan pemateri dari Kepala Kemenag dan Kepala Kesbangpol Kabupaten Trenggalek, dengan dipandu langsung oleh Ketua DPW LDII Jawa Timur.

Pos terkait