LINTASJATIM.com, Ponorogo – Keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyudono, Ponorogo, yang berada tepat di bawah kandang burung walet menuai sorotan keras dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Dikutip dari detikJatim.com, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Nanik S Deyang, menilai lokasi tersebut tidak layak untuk produksi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Temuan itu didapat saat Nanik melakukan inspeksi mendadak pada Senin (9/2/2026). Ia mengaku terkejut mengetahui dapur penyedia makanan anak-anak berada di area yang berpotensi menimbulkan risiko pencemaran.
“Masa dapur untuk anak-anak di bawah kandang burung walet? Itu tidak benar,” ujar Nanik, Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, standar keamanan pangan dalam program MBG tidak boleh ditawar. Faktor kebersihan dan keselamatan penerima manfaat, terutama anak-anak, harus menjadi prioritas utama.
“Keselamatan anak-anak ini harus dijaga. Tidak boleh ada kompromi,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, BGN menginstruksikan agar dapur SPPG tersebut segera dipindahkan ke lokasi yang lebih memenuhi standar kelayakan. Pihak pengelola diberi tenggat waktu tiga bulan untuk merealisasikan relokasi tersebut.
“Kalau tidak, akan ada tindakan,” kata Nanik mengingatkan.
Instruksi itu disampaikan dalam rapat terbatas yang melibatkan jajaran BGN, Satgas MBG Kabupaten Ponorogo, serta pemerintah daerah setempat.
Meski diberi waktu untuk relokasi, operasional dapur sementara masih diizinkan berjalan dengan pengawasan ketat guna memastikan standar kebersihan tetap terpenuhi.
BGN menegaskan, evaluasi fasilitas penyedia makanan akan terus dilakukan guna memastikan program MBG berjalan sesuai prinsip keamanan pangan dan perlindungan kesehatan anak.





