LINTASJATIM.com, Probolinggo – Layanan Commuter Line Supas yang saat ini melayani rute Surabaya–Pasuruan direncanakan segera diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo. Targetnya, operasional rute baru tersebut bisa dimulai pada Maret 2026 setelah seluruh proses perizinan rampung.
Rencana perpanjangan ini merupakan tindak lanjut permohonan Pemerintah Kota Probolinggo kepada Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
KAI Commuter menyatakan tengah menyiapkan berbagai aspek teknis sambil berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan regulator.
Public Relation Manager KAI Commuter, Leza Arlan, membenarkan adanya rencana tersebut.
“Memang untuk Commuter Line Supas yang sebelumnya hanya melayani rute Surabaya-Pasuruan, direncanakan akan diperpanjang sampai Probolinggo. Saat ini kami masih dalam proses persiapan dan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait, baik Pemerintah Kota Probolinggo maupun DJKA,” ujar Leza, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, pengajuan resmi sudah disampaikan ke DJKA dan kini tinggal menunggu izin lintas pelayanan serta izin operasi dari kementerian. Jika tidak ada kendala, peluncuran rute baru itu akan dilakukan sekitar Maret mendatang.
“Kami masih menunggu proses perizinan dari kementerian. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, rencananya peresmian akan dilakukan sekitar bulan Maret, dan akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo serta stakeholder lainnya,” jelasnya.
Dalam skema awal, Commuter Line Supas rute Surabaya–Probolinggo akan beroperasi dua kali perjalanan setiap hari, masing-masing satu kali pada pagi dan malam hari. Kereta akan melintasi jalur Surabaya–Bangil–Pasuruan–Probolinggo.
Leza menambahkan, dengan jarak tempuh di bawah 100 kilometer, kapasitas penumpang diperbolehkan hingga 150 persen, termasuk penumpang berdiri.
“Tiket akan otomatis ditutup ketika kapasitas angkut sudah terpenuhi sesuai ketentuan,” katanya.
Untuk tarif, KAI Commuter mengusulkan harga sekitar Rp8.000 per perjalanan. Namun angka tersebut masih menunggu keputusan final dari Kementerian Perhubungan.
Penjualan tiket nantinya dibuka mulai H-7 sebelum keberangkatan, sebagaimana layanan kereta lokal lainnya. Perpanjangan rute ini diharapkan memperluas akses transportasi publik sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di wilayah Probolinggo dan sekitarnya.





