PAC ISNU Kras Siapkan Khitan Massal, MWC NU Dorong Sinergi dengan LP Ma’arif dan LAZISNU

Taaruf-Silaturahmi PAC ISNU Kras, Kabupaten Kediri
Taaruf-Silaturahmi PAC ISNU Kras, Kabupaten Kediri

LINTASJATIM.com, Kediri – Pimpinan Anak Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PAC ISNU) Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, merencanakan kegiatan khitan massal pada Desember 2026 sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi ISNU dengan badan otonom dan lembaga Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat kecamatan.

Rencana itu disampaikan Ketua PAC ISNU Kecamatan Kras, Anas Ali Fathur Rohman, S.Sos., dalam kegiatan Taaruf-Silaturahmi PAC ISNU Kecamatan Kras periode 2025–2026 di Pendopo Kantor Ranting NU Butuh, Kecamatan Kras, Rabu (28/10/2026).

Bacaan Lainnya

Anas menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang perkenalan antarpengurus dan anggota, tetapi juga untuk memperkenalkan keberadaan ISNU kepada badan otonom NU di Kecamatan Kras.

“Tujuan kegiatan ini untuk lebih mempererat tali silaturahmi antarcalon pengurus dan anggota sekaligus memperkenalkan ISNU di lingkungan badan otonom NU Kecamatan Kras,” ungkap Anas.

Ia menambahkan, silaturahmi perlu dilanjutkan dengan kerja sama nyata melalui program-program yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama.

“Setelah taaruf atau saling mengenal, selanjutnya kita berharap bisa melakukan ta’awun, yaitu bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan dan program ISNU,” lanjutnya.

Sebagai langkah awal, PAC ISNU Kecamatan Kras merencanakan khitan massal pada Desember 2026. Kegiatan tersebut direncanakan berlanjut dengan pelantikan kepengurusan PAC ISNU Kecamatan Kras.

Ketua MWC NU Kecamatan Kras, KH. Zaenal Fatta, mengapresiasi inisiatif silaturahmi tersebut. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menginspirasi badan otonom dan lembaga NU lainnya untuk membangun kerja sama dalam program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ia mencontohkan rencana khitan massal yang dapat disinergikan dengan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU (LP Ma’arif NU) dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

“Kerja sama antarbadan otonom dan lembaga NU perlu terus diperkuat, terutama dalam kegiatan yang bisa disinergikan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan MWC NU Kecamatan Kras.

Ketua PC ISNU Kabupaten Kediri, Sholehuddin, M.Pd., dalam kesempatan yang sama juga menekankan bahwa keberhasilan organisasi ditentukan oleh kemampuannya mengelola potensi menjadi program nyata.

Menurutnya, ISNU perlu membangun fondasi organisasi yang kuat, menggerakkan program kerja, memperluas jejaring kemitraan, mengevaluasi kegiatan, serta mengembangkan model pemberdayaan yang dapat diterapkan oleh kepengurusan di tingkat bawah.

Ia juga mendorong pengurus ISNU untuk mengembangkan program kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan media digital, pelatihan afiliasi TikTok, pengembangan ruang podcast, dan pemberdayaan UMKM.

Sementara itu, Dewan Pembina PC ISNU Kabupaten Kediri, Dr. H. Nurbaidah, S.H., S.HI., M.H., M.HI., mengingatkan agar pengurus senantiasa istiqamah dalam menjalankan khidmah organisasi. Menurutnya, program yang sederhana tetapi dikelola dengan baik dapat memberikan hasil yang lebih berarti dibandingkan banyak kegiatan tanpa pengelolaan yang optimal.

“Sedikit dikelola dengan baik, lebih baik daripada banyak atau besar, tetapi hanya menjadi euforia program,” pesannya.

Ia juga menjelaskan pentingnya penyesuaian tata kelola organisasi dengan nomenklatur yang mengacu pada hasil kongres ISNU terakhir, meliputi unsur Pelindung, Dewan Pembina, Dewan Ahli, Dewan Cendekia, Pengurus Harian, dan Departemen.

Kegiatan taaruf dan silaturahmi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua PC ISNU Kabupaten Kediri, Chusfia Hanik Wihayati, S.Sy., M.H., serta jajaran pengurus dan calon pengurus PAC ISNU Kecamatan Kras.

Melalui rencana khitan massal dan penguatan kolaborasi lintas lembaga, PAC ISNU Kecamatan Kras diharapkan dapat mengembangkan pola pengabdian yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran sarjana NU dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.

Pos terkait