LINTASJATIM.com, Kediri – Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Kediri, Sholehuddin, M.Pd., mendorong Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU Kecamatan Kras untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus mengembangkan program pemberdayaan berbasis digital. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Taaruf-Silaturahmi PAC ISNU Kecamatan Kras periode 2025–2026 di Pendopo Kantor Ranting NU Butuh, Kecamatan Kras, Rabu (28/10/2026).
Dalam sambutannya, Sholehuddin menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak cukup bertumpu pada banyaknya anggota berpendidikan tinggi. Potensi keilmuan para sarjana harus dikelola secara terorganisasi agar mampu melahirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
“ISNU kuat bukan hanya karena orang-orangnya berilmu, tetapi karena ilmunya dikelola, gerakannya diorganisasi, dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegas Sholehuddin.
Ia memaparkan lima hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan organisasi, yakni membangun fondasi kepengurusan, menggerakkan program, memperluas dampak, memperkuat model kegiatan, serta menjadikan PC ISNU sebagai percontohan bagi PAC lainnya.
Menurutnya, fondasi organisasi perlu dibangun melalui penguatan ikatan emosional antar pengurus dan sarjana NU, tata kelola yang baik, serta penyelarasan struktur organisasi sesuai ketentuan yang berlaku dan potensi masing-masing kepengurusan.
Sholehuddin juga menekankan pentingnya mengubah gagasan menjadi program kerja yang terukur. Ia mengingatkan bahwa banyaknya sumber daya intelektual tidak akan memberikan dampak optimal apabila tidak diorganisasi dengan baik.
“Tantangan ISNU bukan sekadar mengumpulkan orang-orang berilmu, tetapi mengorganisasi ilmu agar menjadi solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain penguatan kelembagaan, ia mendorong ISNU agar memanfaatkan ruang digital sebagai sarana memperluas jangkauan pengabdian. Menurutnya, konten digital seharusnya berangkat dari kegiatan nyata sehingga dapat menjadi jembatan untuk menyebarluaskan manfaat program kepada masyarakat yang lebih luas.
“Saya tidak mengatakan bahwa konten lebih penting daripada kerja nyata. Justru sebaliknya, kerja nyata harus menjadi sumber konten, dan konten harus menjadi jembatan agar manfaat kerja nyata itu menjangkau lebih banyak orang,” jelasnya.
Sejumlah gagasan yang disampaikan antara lain pengembangan ruang podcast, pelatihan afiliasi TikTok, pemberdayaan UMKM, serta kolaborasi dengan PC ISNU Kabupaten Kediri untuk mengembangkan program Madrasah TikTok.
Ia juga mendorong perluasan kerja sama dengan berbagai pihak, evaluasi program secara berkala, dan replikasi kegiatan yang terbukti bermanfaat. Dengan demikian, program ISNU diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua PAC ISNU Kecamatan Kras, Anas Ali Fathur Rohman, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan taaruf dan silaturahmi tersebut bertujuan mempererat hubungan antarpengurus dan anggota sekaligus memperkenalkan ISNU kepada badan otonom Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kras.
“Setelah kita saling mengenal melalui taaruf, selanjutnya kita berharap dapat melangkah bersama dalam ta’awun, yakni saling membantu untuk melaksanakan kegiatan dan program ISNU,” ungkap Anas.
Ia juga menyampaikan rencana PAC ISNU Kecamatan Kras untuk menggelar khitan massal pada Desember 2026 yang direncanakan berlanjut dengan pelantikan kepengurusan PAC ISNU Kecamatan Kras.
Ketua MWC NU Kecamatan Kras, KH. Zaenal Fatta, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap silaturahmi dan kolaborasi serupa dapat menjadi contoh bagi badan otonom dan lembaga NU lainnya.
Dewan Pembina PC ISNU Kabupaten Kediri, Dr. H. Nurbaidah, S.H., S.HI., M.H., M.HI., turut mengingatkan pentingnya memahami perubahan nomenklatur dan tata kelola organisasi sesuai hasil kongres ISNU terakhir. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan organisasi membutuhkan konsistensi dalam menjalankan program.
“Sedikit dikelola dengan baik, lebih baik daripada banyak atau besar, tetapi hanya menjadi euforia program,” pesannya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua PC ISNU Kabupaten Kediri, Chusfia Hanik Wihayati, S.Sy., M.H., Ketua MWC NU Kecamatan Kras, serta jajaran pengurus dan calon pengurus PAC ISNU Kecamatan Kras.
Melalui kegiatan ini, PAC ISNU Kecamatan Kras diharapkan semakin solid dalam membangun organisasi, mengembangkan kolaborasi, dan menghadirkan program yang berorientasi pada kemanfaatan masyarakat.





