Ribuan Jamaah Padati PR 88 Tamanan, Habib Syech Serukan Shalawat

Ribuan Jamaah Padati PR 88 Tamanan, Habib Syech Tekankan Shalawat Tak Berhenti di Majelis.
Ribuan Jamaah Padati PR 88 Tamanan, Habib Syech Tekankan Shalawat Tak Berhenti di Majelis.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Ribuan jamaah memadati kawasan CV Suud Pabrik Rokok 88 Tamanan, Bondowoso, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Masyayikh 1448 Hijriah.

Lantunan shalawat yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir bin Abdurrahman Assegaf mengiringi rangkaian acara yang berlangsung dalam suasana religius. Jamaah dari berbagai daerah mengikuti lantunan shalawat dengan khidmat.

Bacaan Lainnya

Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum bagi jamaah untuk mengingat perjuangan, keteladanan, dan akhlak Nabi Muhammad SAW.

Sejumlah ulama dan tokoh turut hadir, di antaranya KH A. Fuad Nur Hasan, Habib Muhammad bin Husein Alhabsyi, KH Hasyim Husnan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, pengurus organisasi keagamaan, serta para pecinta Rasulullah SAW.

Di hadapan ribuan jamaah, Habib Syech mengingatkan agar kegiatan majelis shalawat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, shalawat perlu menjadi kebiasaan yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Dapat selalu menghadirkan Nabi Muhammad SAW di setiap gerak-gerik kita, insya Allah dengan itu Allah menyelamatkan kita di dunia maupun akhirat,” tutur Habib Syech di tengah acara.

Ia juga mengajak jamaah memaknai pertemuan tersebut sebagai kesempatan mencari keridaan Allah SWT, menuntut ilmu, dan bersilaturahmi dengan orang-orang saleh.

“Malam ini kita berkumpul mencari keridhoan Allah SWT untuk menuntut ilmu dan bertatap muka dengan orang-orang sholeh semoga dikabulkan dengan berkah sholawat yang kita lantunkan bersama,” ujarnya.

Kepada keluarga besar PR 88 Tamanan selaku tuan rumah, Habib Syech turut menyampaikan doa agar seluruh hajat dan urusan yang dijalankan mendapat kemudahan serta keberkahan.

“Saya hadir ke Kabupaten Bondowoso memang khusus bersholawatan di PR 88 ini bukan yang lain,” katanya.

Menurut Habib Syech, kegiatan shalawatan dan Haul Masyayikh yang rutin digelar PR 88 memiliki nilai tersendiri karena menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dalam suasana keagamaan.

“Semoga hadirin di sini mendapatkan barokahnya yang memang setiap tahun menggelar acara sholawatan dan haul masyayikh,” tuturnya.

Sementara itu, KH Hasyim Husnan yang mewakili tuan rumah berharap peringatan Maulid Nabi dan Haul Masyayikh dapat semakin mendekatkan jamaah dengan syariat sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Semoga dalam acara Maulid Nabi dan Haul Masyayikh ini membuat kita semua masuk dalam golongan yang ahli syariat dan diakui umat Nabi Muhammad SAW,” kata KH Hasyim Husnan.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak semata-mata ditempatkan sebagai agenda sosial perusahaan. Bagi keluarga besar PR 88, kegiatan keagamaan itu menjadi bagian dari tradisi yang terus diupayakan untuk dipertahankan.

“Ini bukan sekadar acara CSR pabrik, namun acara keagamaan menjadi satu kesatuan karena sesuai titah dari kakek pemilik pabrik ini. Semoga semua diberikan barokah dan bisa terselenggara rutin setiap tahun,” ungkapnya.

Direktur Operasional PR 88, Muhammad Rafi Rahmatullah, mengatakan kegiatan tersebut membawa pesan untuk mengajak masyarakat memperbanyak shalawat dan mengingat Nabi Muhammad SAW.

“Intinya kita ingin menyuarakan untuk kita semua bersholawat bersama dan selalu ingat kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW,” ujar Rafi.

Ia berharap kebiasaan membaca shalawat tidak hanya dilakukan ketika masyarakat menghadiri majelis besar, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Untuk masyarakat, biar selalu membaca shalawat, apa pun itu, di mana pun itu, selalu membaca shalawat,” katanya.

Rafi yang merupakan putra H. Rahmatullah, pimpinan sekaligus pemilik CH Suud 88 Group, mengatakan kegiatan shalawatan dan Haul Masyayikh di PR 88 telah dilaksanakan sekitar enam tahun.

“Insya Allah setiap tahun. Kita sudah melaksanakan ini kurang lebih enam tahun. Insya Allah tahun depan juga akan dilaksanakan kembali,” tuturnya.

Haul Masyayikh dalam rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mendoakan para leluhur dan sesepuh yang telah meninggal dunia. Tradisi itu sekaligus menjadi pengingat bagi generasi berikutnya untuk menghargai jasa dan warisan kebaikan para pendahulu.

Rangkaian Maulid Nabi dan Haul Masyayikh di PR 88 Tamanan ditutup dengan lantunan shalawat bersama. Pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah agar kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan di majelis, tetapi juga tercermin dalam sikap dan kebiasaan sehari-hari. (Rif)

Pos terkait