LINTASJATIM.com, Tulungagung – Usaha penjualan dan servis laptop serta komputer milik Ahmad Nuril Anwar di Kabupaten Tulungagung semakin tertata setelah mendapat dukungan pembiayaan dan pendampingan dari BRI.
Pelaku UMKM yang berada di Dusun Ringinagung RT 01/RW 01, Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, tersebut menjadi nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sejak 2020 melalui BRI Unit Wahidin.
Ahmad memanfaatkan fasilitas KUR untuk mendukung kebutuhan sekaligus mengembangkan usaha penjualan dan servis laptop serta komputer yang dijalankannya.
Dukungan yang diterima Ahmad tidak hanya berupa akses permodalan. Melalui BRI Unit Wahidin, ia juga mendapatkan pendampingan berupa literasi keuangan untuk membantu mengelola usaha agar lebih tertata dan berkelanjutan.
Pendampingan tersebut mencakup pemahaman mengenai pentingnya mengatur arus kas, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta menjaga kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan.
Pengelolaan keuangan yang lebih baik dapat membantu pelaku usaha mengetahui perkembangan bisnis sekaligus mengambil keputusan secara lebih terukur.
Selain literasi keuangan, jajaran BRI Unit Wahidin juga mendorong Ahmad memanfaatkan pemasaran daring untuk memperkenalkan produk dan jasa yang ditawarkan.
Pemanfaatan kanal digital dinilai dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan konsumen seiring meningkatnya kebiasaan masyarakat mencari produk dan layanan melalui media digital.
Bagi Ahmad, pendampingan tersebut memberikan nilai tambah dalam proses mengembangkan usahanya.
“Alhamdulillah, usaha bisa terus berkembang dan jangkauan pelanggan juga semakin luas,” kata Ahmad Nuril Anwar, Jumat (18/9/2026).
Ia mengaku tidak hanya mendapatkan dukungan modal melalui KUR, tetapi juga semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan pemasaran yang menyesuaikan perkembangan zaman.
“Dulu saya lebih fokus bagaimana usaha tetap berjalan. Setelah mendapatkan KUR dan pendampingan dari BRI Unit Wahidin, saya menjadi lebih memahami pentingnya mengatur keuangan usaha dan mulai lebih aktif memanfaatkan pemasaran online,” ungkapnya.
Ahmad menambahkan, kedekatan petugas BRI Unit Wahidin dengan nasabah membuatnya lebih mudah berdiskusi mengenai kebutuhan dan perkembangan usaha.
“Yang saya rasakan, BRI tidak hanya memberikan pembiayaan. Petugas juga memberikan masukan dan edukasi bagaimana usaha bisa dikelola dengan lebih baik,” ujarnya.
“Hal tersebut membuat saya semakin semangat untuk mengembangkan usaha penjualan dan servis laptop serta komputer ini,” tambah Ahmad.
Branch Office Head BRI Tulungagung, Mochamad Agus Mirwan, mengatakan BRI terus berupaya mendampingi pelaku UMKM agar pembiayaan yang diterima dapat dimanfaatkan secara produktif dan mendukung keberlanjutan usaha.
“BRI hadir tidak hanya melalui akses pembiayaan KUR, tetapi juga memberikan pendampingan kepada nasabah. Literasi keuangan penting agar pelaku usaha mampu mengelola bisnis secara sehat,” kata Mochamad Agus Mirwan.
Menurutnya, pemanfaatan pemasaran daring juga dapat membantu pelaku UMKM memperluas pasar sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan konsumen.
“Melalui BRI Unit Wahidin, kami terus mendorong nasabah seperti Bapak Ahmad Nuril Anwar agar tidak hanya memiliki akses terhadap modal, tetapi juga semakin memahami pengelolaan keuangan dan pemanfaatan kanal digital untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.
“Kami berharap semakin banyak pelaku UMKM di Tulungagung yang tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” tambahnya.
Kisah Ahmad Nuril Anwar menjadi salah satu gambaran bahwa akses pembiayaan dapat memberikan manfaat lebih optimal ketika disertai pendampingan secara berkelanjutan.
Melalui kedekatan jajaran BRI Unit dengan nasabah, pelaku UMKM memperoleh dukungan mulai dari pembiayaan, edukasi pengelolaan keuangan, hingga pengembangan pemasaran secara digital.
BRI Tulungagung melalui BRI Unit Wahidin akan terus memperkuat pendampingan kepada pelaku UMKM melalui akses pembiayaan, literasi keuangan, serta dorongan pemanfaatan kanal digital dan pemasaran online.
Langkah tersebut diharapkan membantu pelaku usaha menjadi semakin adaptif, produktif, dan berkelanjutan. (mad/red)





