LINTASJATIM.com, Surabaya – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Yayasan Harika untuk Kemanusiaan menggelar Safari Haji Sosialisasi Literasi Keuangan Haji dan Workshop Program Dai Sejuta Mimbar.
Kegiatan tersebut berlangsung di SMA IT Al Uswah Surabaya, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026), dengan melibatkan generasi muda dalam edukasi mengenai persiapan ibadah haji sekaligus pemanfaatan ruang digital untuk menyebarkan pesan kebaikan.
Kegiatan turut didukung Bank Muamalat Indonesia dan SMA IT Al Uswah Surabaya. Kolaborasi tersebut mempertemukan lembaga pengelola keuangan haji, lembaga riset, institusi pendidikan, perbankan syariah, serta gerakan dakwah digital dalam satu forum edukasi.
Haji Muda Dimulai dari Perencanaan
Safari Haji di Surabaya membawa pesan bahwa persiapan menuju Tanah Suci dapat dimulai sejak usia muda. Selain kesiapan spiritual, generasi muda dinilai perlu memahami pengelolaan keuangan dan perencanaan jangka panjang.
Literasi keuangan haji menjadi salah satu fondasi dalam mempersiapkan keberangkatan. Kebiasaan menabung, disiplin mengatur keuangan, dan kemampuan menentukan prioritas perlu dibangun sejak dini agar cita-cita berhaji dapat diwujudkan melalui perencanaan yang konkret.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, S.H., M.H., LL.M., menekankan pentingnya membangun komitmen tersebut sejak usia muda.
“Haji bukan hanya tentang keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga tentang membangun komitmen jangka panjang melalui perencanaan keuangan yang disiplin. Semakin dini memulai, semakin besar peluang generasi muda mewujudkan cita-cita berhaji,” ujar Harry Alexander.

Menurut dia, masa tunggu haji yang panjang di sejumlah daerah membuat keputusan mendaftar dan mempersiapkan ibadah haji sejak usia muda memiliki nilai strategis.
Karena itu, peningkatan literasi pengelolaan keuangan haji perlu menjadi bagian dari edukasi generasi muda. Kesiapan spiritual diharapkan dapat berjalan seiring dengan kesiapan finansial.
Dekatkan Literasi Keuangan Haji
Pesan mengenai pentingnya persiapan haji diperkuat melalui Talkshow Literasi Keuangan Haji dan Workshop Dai Sejuta Mimbar.
Kegiatan menghadirkan Arsoyo Darsono, Kepala Divisi Kerja Sama Layanan Haji BPKH; Syuhelmaidi Syukur, Ak., CA., Ketua Yayasan Harika untuk Kemanusiaan; Rizky Prayogo Ramadhan, S.E., M.Si., peneliti BRIN; serta Muhammad Mundzir, Senior Branch Manager Surabaya Undaan Branch Jatim, Bali dan Nusra.
Para narasumber memberikan perspektif dari berbagai bidang, mulai dari layanan dan ekosistem haji, gerakan sosial dan dakwah, karakteristik generasi muda, hingga literasi dan perencanaan keuangan syariah.
Talkshow dipandu Fatchul Wachid, salah satu pendiri Gerakan Dai Sejuta Mimbar. Diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sehingga para siswa dapat berdialog langsung dengan para narasumber.
Dakwah Masuk Ruang Digital
Selain membahas kesiapan berhaji, kegiatan tersebut memperkenalkan Program Dai Sejuta Mimbar sebagai ruang partisipasi generasi muda dalam dakwah di era digital.
Perkembangan teknologi telah mengubah cara generasi muda berkomunikasi dan memperoleh informasi. Ruang dakwah pun tidak lagi terbatas pada mimbar secara fisik, tetapi berkembang ke berbagai platform digital.
Program Dai Sejuta Mimbar mendorong generasi muda tidak hanya menjadi penerima pesan dakwah, tetapi juga penyampai pesan kebaikan melalui konten digital.
Pesan keislaman dapat dikemas secara kreatif, inspiratif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut membuka ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan positif, termasuk pentingnya mempersiapkan ibadah haji sejak usia muda.
Dorong Generasi Muda Siap Berhaji dan Berdakwah
Safari Haji dan Literasi Keuangan Haji di SMA IT Al Uswah Surabaya menunjukkan bahwa edukasi haji kepada generasi muda dapat dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Kolaborasi BPKH, BRIN, Yayasan Harika untuk Kemanusiaan, Bank Muamalat Indonesia, dan SMA IT Al Uswah Surabaya diharapkan memperluas edukasi mengenai kesiapan haji sekaligus mendorong partisipasi generasi muda dalam dakwah digital.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki cita-cita berhaji, tetapi juga memahami pentingnya mempersiapkan diri sejak dini melalui perencanaan keuangan yang baik.
Di sisi lain, mereka diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara positif untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, moderat, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Safari Haji menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang memiliki kesiapan spiritual, finansial, sekaligus kompetensi digital. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu mewujudkan cita-cita berhaji sekaligus mengambil peran dalam menyebarkan kebaikan di ruang digital.
Melalui Safari Haji, BPKH mendorong agar ikhtiar menuju Baitullah dimulai sejak dini. Persiapan tidak hanya dilakukan dengan membangun kesiapan hati, tetapi juga melalui literasi, perencanaan keuangan, dan pemanfaatan teknologi secara bijak.





