Polling Publik, Duet Kiai Haris–Gus Tamam Jadi Sorotan

Pasangan Kiai Haris–Gus Tamam Dinilai Serasi Pimpin PCNU Jember.
Pasangan Kiai Haris–Gus Tamam Dinilai Serasi Pimpin PCNU Jember.

LINTASJATIM.com, Jember – Dinamika menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember terus berkembang. Selain munculnya sejumlah figur yang dinilai layak memimpin organisasi, mulai mengemuka pula aspirasi yang menginginkan kepemimpinan yang memadukan kedalaman keilmuan, pengalaman organisasi, dan komitmen terhadap penguatan pendidikan pesantren.

Salah satu pasangan yang menjadi perhatian adalah Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag. sebagai calon Rais Syuriah dan KH. Badrud Tamam, M.H.I. atau Gus Tamam sebagai calon Ketua Tanfidziyah.

Bacaan Lainnya

Dalam sebuah polling publik yang beredar di kalangan warga Nahdliyin, pasangan tersebut memperoleh lebih dari 3.000 dukungan, mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap duet kedua tokoh menjelang Konfercab PCNU Jember.

Meski demikian, polling tersebut bukan merupakan bagian dari mekanisme resmi pemilihan PCNU Jember. Hasilnya hanya menggambarkan aspirasi sebagian masyarakat yang mengikuti perkembangan Konfercab.

Bagi sebagian warga Nahdliyin, duet Kiai Haris dan Gus Tamam dinilai menghadirkan kombinasi yang saling melengkapi. Kiai Haris dikenal memiliki pengalaman panjang dalam dunia pesantren dan keilmuan, sedangkan Gus Tamam dikenal sebagai tokoh muda pesantren yang aktif di bidang pendidikan, kaderisasi, dan pembinaan generasi santri.

Perpaduan tersebut dinilai mencerminkan keseimbangan antara kebijaksanaan ulama senior dan semangat pembaruan dalam penguatan organisasi serta pendidikan. Karena itu, pasangan ini dipandang sebagai salah satu alternatif kepemimpinan yang mendapat perhatian menjelang Konfercab.

Sejumlah pemerhati Nahdlatul Ulama menilai tantangan organisasi ke depan tidak hanya berkaitan dengan tata kelola kelembagaan, tetapi juga penguatan kaderisasi ulama, peningkatan kualitas pendidikan pesantren, pelestarian tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta perluasan pelayanan kepada masyarakat.

Salah seorang kader Nahdlatul Ulama sekaligus pemerhati pendidikan di Jember Utara, Muhammad Hamdi, M.Pd., menilai kedua tokoh memiliki karakter kepemimpinan yang saling melengkapi.

“Menurut saya pasangan Kiai Haris dan Kiai Tamam ini sangat sesuai dan pas. Mereka adalah orang-orang yang alim dan tidak perlu diragukan lagi. Apalagi Gus Tamam, beliau sangat kritis dan memberikan perhatian yang besar terhadap dunia pendidikan,” ujarnya.

Hamdi menambahkan, tantangan NU pada masa mendatang membutuhkan figur yang tidak hanya memahami tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga mampu memperkuat kualitas pendidikan dan kaderisasi.

“Saya mendukung pasangan ini karena saya melihat adanya perpaduan pengalaman, keilmuan, dan perhatian terhadap pendidikan. Harapannya, siapa pun yang nanti terpilih dapat terus memperkuat persatuan warga Nahdliyin, meningkatkan kualitas pendidikan, dan melanjutkan khidmah kepada umat,” katanya.

Di tengah berbagai aspirasi yang berkembang, pemilihan kepemimpinan PCNU Jember tetap akan dilaksanakan melalui mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama. Karena itu, hasil polling maupun dukungan yang muncul di ruang publik tidak menjadi penentu hasil Konfercab.

Meski demikian, dinamika yang berkembang menunjukkan besarnya perhatian warga Nahdliyin terhadap sosok pemimpin yang dinilai memiliki rekam jejak keilmuan, pengalaman organisasi, dan komitmen dalam memperkuat khidmah Nahdlatul Ulama kepada umat untuk lima tahun mendatang.

Pos terkait