LINTASJATIM.com, Tulungagung – ASWAJA NU Center (ASNUTER) PCNU Tulungagung menjajaki kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Diponegoro Tulungagung untuk mengembangkan podcast bertema Aswaja An-Nahdliyah. Kolaborasi ini diharapkan menjadi media dakwah digital yang edukatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi informasi.
Penjajakan kerja sama dilakukan melalui audiensi sebagai tindak lanjut atas surat permohonan kolaborasi yang diajukan ASNUTER kepada Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung.
Ketua ASNUTER PCNU Tulungagung, H. Ubaid Muhammad Baidlowi, Lc., M.E., mengatakan kerja sama tersebut merupakan upaya memperkuat dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah melalui pemanfaatan media digital.
“Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara organisasi keagamaan dan perguruan tinggi dalam mengembangkan media dakwah yang inovatif, edukatif, dan mampu menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Dalam audiensi itu, kedua pihak membahas sejumlah peluang kerja sama strategis, terutama produksi podcast edukatif yang mengangkat tema keislaman kontemporer, pendidikan Islam, Aswaja An-Nahdliyah, moderasi beragama, literasi digital, penguatan karakter generasi muda, hingga isu-isu sosial kemasyarakatan.
Selain menghadirkan dosen dan praktisi sebagai narasumber, podcast juga akan melibatkan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkaya perspektif dalam setiap episode.
Ubaid menjelaskan mahasiswa Prodi PAI tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga akan dilibatkan sebagai host, moderator, tim produksi, editor konten, hingga pengelola media sosial.
Menurutnya, skema tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik (experiential learning) yang dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang komunikasi dakwah dan media digital.
Kedua lembaga juga membahas pemanfaatan fasilitas yang dimiliki masing-masing, seperti studio podcast, perangkat multimedia, serta sumber daya manusia yang kompeten.
Konten yang dihasilkan nantinya akan dipublikasikan melalui berbagai platform digital, seperti YouTube, Spotify, dan media sosial, sehingga dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Tak hanya berfokus pada produksi konten, kerja sama ini juga diarahkan untuk membangun budaya literasi digital yang sehat, bertanggung jawab, serta menyebarluaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Podcast tersebut diharapkan mampu menjadi media edukasi publik sekaligus menangkal penyebaran hoaks, paham radikal, dan konten provokatif di ruang digital.
Sebagai tindak lanjut, kedua lembaga sepakat menyusun Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar pelaksanaan berbagai program bersama, mulai dari produksi podcast, seminar daring, pelatihan content creator, hingga pengembangan literasi digital berbasis nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.
Sementara itu, Ketua Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung, Dr. M. Kholid Thohiri, menilai kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui media digital.
“Kami menyambut baik inisiatif ini. Podcast bukan sekadar media komunikasi, tetapi juga ruang edukasi dan dakwah yang efektif untuk menyebarluaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah kepada masyarakat,” katanya.
Ia berharap dosen dan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi content creator yang menghadirkan narasi keislaman yang moderat, ilmiah, dan solutif terhadap berbagai persoalan umat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga diharapkan memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. (qil/red)





