LINTASJATIM.com, Madiun – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya menghadapi keluhan krisis air bersih di Kecamatan Wungu, kini sejumlah pelanggan di Kecamatan Dagangan mengadukan kualitas air yang dinilai berbau dan keruh.
Dikutip dari detikJatim.com, keluhan tersebut diakui pihak PDAM. Kepala Unit PDAM Kecamatan Dagangan, Harianto, mengatakan laporan terkait air berbau memang telah diterima sejak awal tahun 2026.
“Itu karena pipa airnya sudah lama sehingga kotor. Tetapi beberapa minggu sekali kita kuras,” ujar Harianto, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, bau tidak sedap hanya terjadi di beberapa titik dan tidak dialami seluruh pelanggan. Ia memperkirakan jumlah pelanggan yang terdampak sekitar seratus sambungan rumah.
“Kalau tidak lancar itu waktu pagi dan sore saja, maklum itu puncaknya pemakaian. Kalau yang berbau itu hanya beberapa titik dan tidak semuanya. Jumlahnya enggak banyak, hanya seratusan,” katanya.
Harianto menjelaskan, jaringan pipa yang telah berusia tua menyebabkan endapan kotoran terbawa aliran air. Sementara gangguan distribusi pada pagi dan sore hari dipicu tingginya konsumsi air pada jam-jam tersebut.
Ia juga meluruskan informasi mengenai biaya perbaikan instalasi pelanggan. Menurutnya, penggantian meter air tidak dipungut biaya, sedangkan penggantian stop kran menjadi tanggung jawab pemilik rumah.
“Pergantian water meter gratis, kalau stop kran memang tanggung jawab pelanggan,” tegasnya.
Di sisi lain, pelanggan berharap kualitas layanan segera diperbaiki. Salah seorang warga Desa Dagangan, Giman, mengaku air yang mengalir ke rumahnya kerap berbau amis, bahkan terkadang berbau bacin disertai kondisi keruh.
“Kadang airnya itu baunya bacin dan amis serta keruh,” ungkap Giman.
Ia mengaku kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan membuat air PDAM tidak lagi digunakan untuk memasak maupun air minum selama sekitar tiga tahun terakhir.
“Intinya untuk diminum dan masak itu tidak layak. Sudah tiga tahun ini saya masak tidak pakai air PDAM,” ujarnya.
Giman juga meminta PDAM lebih cepat merespons keluhan pelanggan agar masyarakat memperoleh layanan air bersih yang layak.
Sebelumnya, PDAM Tirta Dharma Purabaya juga mendapat sorotan akibat gangguan distribusi air bersih di Kecamatan Wungu. Ratusan pelanggan di Desa Pilangrejo dan Desa Wungu mengeluhkan pasokan air yang kerap mati hampir setiap hari sehingga mengganggu aktivitas rumah tangga.





