LINTASJATIM.com, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyatakan dukungan terhadap kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah ribuan relawan dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (30/6/2026).
Dikutip dari detikJatim.com, aksi tersebut diikuti relawan, mitra SPPG, pemasok bahan baku, petani, hingga peternak. Massa berjalan kaki dari Jalan Ahmad Yani Barat menuju depan Kantor Pemkab Tulungagung di Jalan Ahmad Yani Timur sambil membawa spanduk dan poster berisi dukungan terhadap program MBG.
Di hadapan para demonstran, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program nasional tersebut.
“Kita sukseskan MBG, kita dukung MBG karena MBG benar-benar membawa manfaat untuk anak-anak,” ujar Ahmad Baharudin saat menemui massa.
Ia menegaskan, selain mendukung keberlanjutan program, pemerintah juga mendukung peningkatan pengawasan dan penyempurnaan tata kelola agar pelaksanaannya sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
Sementara itu, Perwakilan Forum Komunikasi Mitra SPPG Tulungagung, Rifqi Firmansyah, menyebut aksi tersebut diikuti sekitar 4.000 peserta yang terdiri atas relawan, mitra, pemasok bahan baku, petani, hingga pelaku usaha terkait.
Menurutnya, MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi pelajar, ibu hamil, dan balita, tetapi juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
“Kami ingin MBG terus dilanjutkan. Yang jelas, untuk masalah perbaikan-perbaikan kami siap memperbaiki, baik dari tata kelolanya maupun administrasinya,” kata Rifqi.
Ia mengklaim program tersebut telah menyerap sekitar 6.500 tenaga kerja di Tulungagung sekaligus memberdayakan UMKM, petani, dan peternak lokal.
Rifqi juga menilai penghentian sementara program selama masa libur sekolah berdampak pada anjloknya harga komoditas peternakan. Menurutnya, harga ayam hidup di tingkat peternak turun dari sekitar Rp23 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram akibat kelebihan pasokan.
“Saat ini seperti bisa kita rasakan, saat MBG berhenti karena libur sekolah, harga ayam mengalami penurunan drastis karena over supply. Telur juga belum bisa mendapatkan harga yang baik,” ujarnya.
Melalui aksi tersebut, para peserta berharap pemerintah pusat melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis dengan disertai penyempurnaan sistem pengelolaan dan pengawasan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.





