LINTASJATIM.com, Situbondo – Universitas Ibrahimy terus mendorong tumbuhnya tradisi intelektual di lingkungan kampus melalui kegiatan bedah novel ’86’ karya Okky Madasari yang digelar oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), Jumat (12/6/2026), di Auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswi tersebut tidak sekadar menjadi forum diskusi buku, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem literasi kampus di tengah tantangan era digital. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak menjadikan membaca sebagai budaya akademik yang mampu memperkaya wawasan serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Rektor Universitas Ibrahimy, Dr. Khairul Anwar, M.H.I., bersama jajaran pimpinan kampus turut hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas akademik mahasiswa.
Mengusung tema ‘Buku sebagai Oase di Tengah Krisis Literasi Generasi Z: Membangun Budaya Deep Reading untuk Memperkuat Kemampuan Riset, Argumentasi, dan Literasi Informasi’, kegiatan tersebut menghadirkan ruang dialog antara mahasiswa dan narasumber mengenai pentingnya budaya membaca yang mendalam.
Dalam pemaparannya, Okky Madasari menyoroti perubahan pola konsumsi informasi di kalangan generasi muda. Menurutnya, kemajuan teknologi memang menghadirkan kemudahan akses informasi, namun juga membawa tantangan berupa menurunnya kemampuan membaca secara mendalam (deep reading).
Ia menegaskan bahwa membaca bukan sekadar aktivitas memperoleh informasi, melainkan proses membangun pola pikir, memperluas perspektif, serta memahami realitas sosial secara lebih utuh.
“Upaya untuk membangun pikiran kritis sejak zaman sebelum Indonesia ada itu dimulai dari pondok pesantren,” ujar Okky.
Menurutnya, tradisi membaca dan kajian keilmuan telah lama menjadi bagian penting dalam dunia pesantren yang berperan besar dalam membentuk budaya intelektual masyarakat.
Sementara itu, dosen pembanding, Dr. Ust. Abdul Wahid, M.H.I., menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca secara berkelanjutan agar mahasiswa mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan menjawab tantangan zaman.
“Perguruan tinggi harus mampu menciptakan atmosfer akademik yang mendorong mahasiswa untuk aktif membaca, menulis, dan berdiskusi secara ilmiah,” katanya.
Pimpinan Redaksi LPM Universitas Ibrahimy, Nabilatus Syarifah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan kampus.
Ia berharap kehadiran penulis nasional seperti Okky Madasari dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk lebih produktif berkarya dan berani menuangkan gagasan melalui tulisan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara. Para mahasiswi aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar literasi, kepenulisan, hingga tantangan pendidikan di era digital.
Melalui kegiatan ini, Universitas Ibrahimy menegaskan komitmennya dalam membangun budaya literasi sebagai fondasi lahirnya generasi yang kritis, reflektif, dan mampu berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun kehidupan sosial masyarakat. (Rif)




