LINTASJATIM.com, Situbondo – Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo memaknai Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dengan menggelar penyembelihan hewan kurban, Rabu (27/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman kompleks putri pesantren itu diikuti keluarga besar pesantren, santri, panitia kurban, serta para shohibul kurban.
Pada Iduladha tahun ini, pesantren menerima amanah sebanyak 25 ekor sapi dan 55 ekor kambing dari berbagai pihak yang mempercayakan hewan kurbannya kepada pesantren.
Prosesi penyembelihan dihadiri langsung Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, Ph.D., bersama jajaran umana’, masyayikh, ibu nyai, dan ahlul bait pesantren. Turut hadir Wakil Pengasuh Dr. (Hc) KH Afifuddin Muhajir, M.Ag., serta Sekretaris Pesantren KH Ach Fadlail, M.H.
Tradisi penyembelihan hewan kurban tersebut menjadi bagian dari pendidikan spiritual dan sosial yang terus dijaga pesantren dalam membentuk karakter santri yang peduli terhadap sesama.
Dalam taujihat wal irsyadat-nya, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy menegaskan pentingnya meluruskan niat dalam beribadah kurban. Menurutnya, kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga bentuk ketundukan dan keikhlasan seorang hamba kepada Allah SWT.
“Semoga niat penyembelihan kurban dari kami dan seluruh pihak yang telah menyumbangkan hewan kurbannya diterima dan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Selain sebagai ibadah, kegiatan kurban juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antara pesantren dan masyarakat melalui pembagian daging kurban kepada warga serta pihak yang membutuhkan.
Pelaksanaan penyembelihan dilakukan secara tertib dengan tetap memperhatikan syariat dan kebersihan selama proses berlangsung. Para santri juga dilibatkan dalam proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban sebagai bagian dari pendidikan pengabdian, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Melalui momentum Iduladha 1447 Hijriah, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo berharap nilai keikhlasan, semangat berbagi, dan solidaritas sosial terus tumbuh di lingkungan pesantren maupun masyarakat luas.





