8 Daerah Rawan Kekeringan Jatim

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto. Sumber foto: www.detik.com
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau 2026, terutama dipicu fenomena El Nino yang disebut semakin ekstrem.

Dikutip dari detikJatim.com, pemetaan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hasilnya, sedikitnya delapan kabupaten menjadi langganan kekeringan setiap tahun.

Bacaan Lainnya

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengungkapkan wilayah terdampak tersebar di kawasan utara hingga selatan.

“Kalau wilayah-wilayah banyak terdampak kekeringan ya berdasar tahun-tahun sebelumnya ada di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, Pacitan, Trenggalek,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Selain itu, wilayah Madura juga masuk dalam kategori rawan, terutama pada desa-desa tertentu.

“Dan desa-desa yang terdampak kekeringan cukup banyak ada di wilayah Madura, di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep,” tambahnya.

Mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD Jatim menyiapkan sejumlah langkah, termasuk distribusi air bersih dan pengeboran sumur. Upaya ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan air bagi masyarakat terdampak.

“Yang pasti atas arahan Ibu Gubernur Khofifah, BPBD Jatim siap membantu mendistribusikan air bersih ke titik-titik atau desa-desa yang mengalami kekeringan,” kata Gatot.

Ia juga menegaskan bahwa potensi kekeringan sebenarnya merata di seluruh wilayah Jawa Timur, meski tingkat kerawanannya berbeda-beda.

“Kalau melihat data BMKG bahwasanya sebenarnya semua wilayah di Jatim punya potensi. Kami siap berkolaborasi dan turun membantu pada saat masa kekeringan,” tandasnya.

Pos terkait