Konvoi Pesilat Berujung Bentrok di Madiun

Gambar ilustrasi tawuran. Sumber foto: www.detik.com
Gambar ilustrasi tawuran. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Madiun – Insiden bentrokan antarperguruan silat pecah di wilayah Kabupaten Madiun usai kegiatan halal bihalal, Jumat (3/4/2026) malam. Peristiwa yang berlangsung hingga Sabtu (4/4/2026) dini hari itu menyebabkan satu orang mengalami luka dan videonya viral di media sosial.

Dikutip dari detikJatim.com, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengungkapkan, kericuhan bermula saat rombongan pesilat Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) meninggalkan lokasi acara halal bihalal di Desa Kranggan, Kecamatan Geger, sekitar pukul 22.20 WIB.

Bacaan Lainnya

Dalam perjalanan pulang, rombongan yang didominasi pengendara sepeda motor tersebut melintas di Desa Kaibon. Namun, kehadiran mereka diduga mendapat penolakan dari puluhan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) setempat.

“Rombongan pesilat (PSHW) yang berasal dari Kota Madiun usai acara halal bihalal diduga ditolak rombongan pesilat (PSHT) saat melintas di wilayah Desa Kaibon,” ujar Kemas, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, situasi memanas setelah rombongan PSHW disebut sempat menyalakan flare saat konvoi. Aksi itu dinilai memicu kekhawatiran warga hingga berujung penolakan.

“Rombongan saat melintas di Desa Kaibon sempat menyalakan flare hingga menimbulkan kerawanan sehingga warga menolak untuk dilewati,” jelasnya.

Ketegangan kemudian berkembang menjadi aksi saling lempar batu yang berlangsung sekitar pukul 23.30 WIB. Dalam rekaman video berdurasi 37 detik yang beredar, terlihat sejumlah pemuda berlarian di tengah malam, disertai teriakan yang memperkeruh suasana.

“Watu, watu (batu, batu),” terdengar dalam video tersebut.

Aparat keamanan yang turun ke lokasi akhirnya berhasil meredam situasi sekitar pukul 00.30 WIB melalui proses mediasi. Sebagai solusi, rombongan pesilat diarahkan untuk mengambil jalur alternatif guna menghindari wilayah konflik.

“Atas negosiasi antara aparat keamanan dan warga Desa Kaibon, rombongan diarahkan melalui jalur selatan,” kata Kemas.

Polisi memastikan kondisi telah kondusif, meski satu orang dilaporkan mengalami luka akibat insiden tersebut.

Pos terkait