LINTASJATIM.com, Malang – Peristiwa tumbangnya pohon beringin raksasa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Sidorukun, Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, menyita perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Dikutip dari detikJatim.com, dalam rekaman yang beredar, terlihat akar pohon besar mencabut sejumlah makam hingga ke permukaan. Warganet dibuat heboh dengan kemunculan kain putih yang diduga sebagai kain kafan yang ikut terangkat bersama akar pohon.
Namun, saat dilakukan pengecekan di lokasi pada Selasa (31/3/2026), kain tersebut sudah tidak terlihat. Sisa batang dan akar pohon masih berada di tengah area pemakaman, begitu pula beberapa makam yang kondisinya terangkat dan rusak.
Peristiwa ini diketahui terjadi beberapa waktu lalu, tepatnya sekitar dua minggu sebelum Lebaran.
“Kejadiannya sudah lama, 2 minggu sebelum lebaran. Pohon beringin yang roboh usianya sudah ratusan tahun,” ujar modin setempat.
Hujan deras disertai angin kencang pada malam hari diduga menjadi penyebab utama robohnya pohon tua tersebut. Dampaknya, sedikitnya lima nisan mengalami kerusakan parah akibat tertimpa batang pohon, sementara dua makam dilaporkan terangkat dari tanah.
Sempat ada satu jenazah yang ikut terangkat saat kejadian. Namun, pihak pengelola makam telah melakukan penanganan dan memakamkannya kembali secara layak.
Penanganan dampak kejadian kini masih berlangsung. Warga bersama pengelola makam telah memanggil tenaga profesional untuk membersihkan material pohon.
“Sudah satu minggu memanggil tukang potong pohon untuk membersihkan batang yang roboh,” tuturnya.
Kepala Desa Clumprit, Subur, menyebut proses evakuasi tidak mudah mengingat ukuran pohon yang sangat besar. Pihak desa bahkan berencana menggunakan alat derek untuk memindahkan batang utama.
“Rencananya kami akan menderek batang pohon untuk mengembalikan ke tempat asalnya,” kata Subur.
Langkah tersebut dipilih karena pemotongan manual dinilai tidak memungkinkan. Upaya penanganan akan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat.






