Jelang Ramadan, Ribuan Miras Digilas di Jombang

Ribuan botol miras dimusnahkan Polres Jombang jelang Ramadan. Sumber foto: www.detik.com
Ribuan botol miras dimusnahkan Polres Jombang jelang Ramadan. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Jombang – Menyambut bulan suci Ramadan, Polres Jombang memusnahkan 7.310 botol minuman keras dan 14 jeriken tuak hasil razia selama Januari hingga Februari 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga di wilayah yang dikenal sebagai Kota Santri.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detikJatim.com, pemusnahan dilakukan di Lapangan Polres Jombang, Rabu (18/2/2026), dengan cara menggilas ribuan botol miras berbagai merek menggunakan alat berat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan dan disaksikan jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Ardi menegaskan, operasi pemberantasan miras akan terus digencarkan demi menciptakan suasana kondusif selama Ramadan.

“Kami komitmen bersama semua pihak setiap hari merazia miras agar Jombang benar-benar aman dan kondusif,” ujarnya.

Menurutnya, ribuan botol yang dimusnahkan merupakan bagian dari hasil operasi rutin dua bulan terakhir. Sepanjang 2025, pihaknya bahkan telah menyita total 31.669 botol miras dari berbagai titik peredaran ilegal di Jombang.

Ia menyebut intensitas razia yang konsisten berdampak pada menurunnya peredaran minuman beralkohol di wilayah tersebut. Pihaknya berharap, upaya itu berbanding lurus dengan penurunan angka kriminalitas.

“Ada penurunan dari tahun sebelumnya. Di sini ada Ketua Pengadilan Negeri Jombang, mudah-mudahan ke depan bisa lebih ditingkatkan hukuman bagi para penjual miras,” tegas Ardi.

Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas kepolisian. Ia menilai pemberantasan miras menjadi bagian penting dalam menjaga citra Jombang sebagai daerah religius.

“Harapan kami ke depan, Kabupaten Jombang bisa benar-benar bebas dari miras. Kami akan terus mendukung adanya operasi gabungan, termasuk setelah tarawih nanti guna memastikan kenyamanan dan ketenangan masyarakat dalam melaksanakan ibadah puasa,” tandasnya.

Dengan pemusnahan tersebut, aparat berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan rasa aman dan suasana yang lebih tertib.

Pos terkait