LINTASJATIM.com, Tulungagung – Wajah bahagia bercampur haru tampak dari Hartoyo (68) RT 02 RW 08, Kelurahan Tretek, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung. Betapa tidak, becak montor (bentor) yang ia gunakan berpuluh-puluh tahun ringsek terbawa penabrak sampai Kecamatan Kras Kabupaten Kediri.
Hartoyo akhirnya memperoleh pengganti. Kondisinya membuat Satlantas Polres Tulungagung menaruh keprihatinan dan terpanggil untuk membantu korban. Karena kendaraan tersebut satu-satunya yang digunakan untuk mencari nafkah keluarga.
“Perasaannya senang hati karena bisa buat kerja lagi. Kerjanya sehari-hari ya kalau habis mau pindah ini ya pulang. Mulai jam 12 malam sampai mau subuh,” ujar Haryono kepada awak media, Selasa (17/2/2026).
Ia menceritakan dengan berbinar-binar, kenangan dengan bentor sudah puluhan tahun dibeli penuh perjuangan. Saat itu ringsek tertabrak mobil, pelaku kabur, bentor ikut terseret sampai Kecamatan Kras Kabupaten Kediri baru terhenti.
“Kalau teringat saya menangis. Dulu tahun 1989 itu becak saya kredit Rp 15.000 per bulan sampai 40 bulan baru lunas. Akhirnya dengan saya kok begitu tragis,” kenangnya.
Hartoyo bersama anak menantunya Didik Purnomo (39) sebagai kuli angkut di Pasar Ngemplak Tulungagung. Nahas, saat kejadian mobil Isuzu Panther AG 1230 OI menabrak bentornya menjadi hal yang tidak ia lupakan.
Sementara, Kasatlantas Polres Tulungagung, Ajun Komisaris Polisi Taufik Nabila, menjelaskan pemberian bantuan ini merupakan bentuk kemanusiaan terhadap korban.
Kejadian bermula saat sebuah mobil Isuzu Panther menabrak bentor di depan Pasar Ngemplak, lalu melarikan diri hingga ke wilayah Kras dan sempat menjadi sasaran amuk massa.
“Sebenarnya pada hari ini kami melaksanakan kegiatan pemberian bantuan kepada korban laka yang terjadi kemarin. Kejadian di depan Pasar Ngemplak tersebut melibatkan kendaraan bentor yang ditabrak oleh pengendara Isuzu Panther,” ujar AKP Taufik Nabila.
Berdasarkan hasil investigasi, terdapat dua tempat kejadian perkara (TKP) dalam rangkaian peristiwa tersebut, yakni di Ngemplak dengan satu korban dan di Ngantru dengan dua korban. Namun, pihak kepolisian hanya menerima laporan resmi dari korban di TKP Ngemplak.
AKP Taufik memaparkan kronologi kejadian di Ngemplak, di mana korban yang bekerja sebagai buruh angkut sedang menurunkan muatan ikan. Secara tiba-tiba, bentor milik korban ditabrak dari belakang hingga terseret, yang mengakibatkan korban terpental ke arah kiri dan mengalami luka lebam.
Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan mendalam, baik kepada pengendara bentor maupun pengemudi Panther. Diketahui bahwa pengemudi Panther juga mengalami luka-luka akibat insiden pengejaran di wilayah Kras.
Kondisi ekonomi penabrak yang tidak memungkinkan untuk mengganti rugi kerusakan menjadi alasan utama Polres Tulungagung turun tangan.
“Kami terpanggil untuk kemanusiaan karena melihat penabrak sepertinya tidak bisa untuk membantu pemilik bentor. Sehingga akhirnya, Polres Tulungagung memberikan bantuan satu unit bentor kepada korban,” tegas AKP Taufik.
Ia menambahkan bahwa bantuan bentor tersebut diperuntukkan khusus guna mendukung aktivitas ekonomi korban, yakni mengangkut bahan pangan dari dalam ke luar pasar, bukan untuk mengangkut penumpang.
Hal ini dilakukan mengingat bentor tersebut merupakan satu-satunya sumber mata pencarian bagi korban untuk menghidupi keluarga.
“Kemarin kami sempat berbincang dengan beliau bahwa itu adalah satu-satunya mata pencarian. Maka dari itu, kami dari Polres Tulungagung turun langsung untuk membantu korban laka tersebut,” tutupnya. (jaz/red)





