LINTASJATIM.com, Sidoarjo – Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) di Porong tak sekadar seremoni. Ribuan kader dan warga nahdliyin memadati kawasan Makam KH Anas Al-Ayyubi, Minggu (15/2/2026), dalam rangkaian mujahadah dan apel kader yang sarat pesan persatuan dan komitmen kebangsaan.
Dikutip dari detikJatim.com, kegiatan yang digelar di sekitar titik 25 kawasan Lumpur Lapindo itu menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus penguatan spiritual kader. Doa bersama dan apel berlangsung khidmat, mengingat lokasi tersebut memiliki nilai historis perjuangan ulama setempat.
Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Ahmad Hakim Jayli dalam sambutannya menegaskan bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia tak dapat dipisahkan dari peran ulama dan NU. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan sebagaimana diwariskan para pendiri jam’iyah.
“Bangsa ini tegak karena para ulama bersatu padu ikut mendirikan NKRI. Karena itu kader NU harus meneguhkan cinta kepada jamaiyah NU dan menjaga persatuan,” ujar Hakim Jayli.
Ia juga menyinggung resolusi jihad sebagai bukti nyata kekuatan persatuan umat dalam menghadapi penjajahan. Menurutnya, semangat tersebut harus terus dirawat agar NU tetap solid menghadapi berbagai tantangan.
“Jika NU bersatu, tidak ada kekuatan yang mampu mengalahkan. Sebaliknya jika tercerai-berai, musuh akan mudah melemahkan kita. Maka apel kader ini menjadi sarana menyambung hati dan perjuangan warga NU,” tegasnya.
Bupati Sidoarjo Subandi yang turut hadir menilai mujahadah menjadi wujud rasa syukur sekaligus refleksi atas jejak perjuangan para pendiri NU. Ia menyebut apel kader sebagai simbol kesetiaan warga dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dan keutuhan NKRI.
“Kegiatan mujahadah ini sebagai bentuk syukur sekaligus napak tilas perjuangan para pendiri NU. Apel kader menjadi simbol kesetiaan kita menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah serta mempertahankan keutuhan NKRI,” kata Subandi.
Menurutnya, momentum Harlah ke-100 NU juga menjadi ajang memperkuat disiplin dan kesiapan kader dalam menghadapi dinamika zaman. Ia berharap NU terus berperan sebagai penggerak peradaban dan penjaga moral masyarakat.
Subandi menyampaikan apresiasi atas soliditas NU di Sidoarjo. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendukung penguatan kelembagaan, termasuk percepatan perizinan lembaga pendidikan dan pesantren serta pemberian hibah.
“NU Sidoarjo ini solid dan kompak. Kita bangga punya NU Sidoarjo. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan, termasuk percepatan perizinan pendidikan dan pesantren serta hibah untuk penguatan kelembagaan NU,” ujarnya.
Melalui mujahadah dan apel kader tersebut, NU diharapkan semakin memperkuat struktur hingga tingkat cabang dan ranting, sekaligus meneguhkan peran sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.





