LINTASJATIM.com, Tulungagung – Berangkat dari keresahan terhadap keberlangsungan TPQ banyak yang belum memiliki meja untuk meletakan mushaf, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kedungwaru Tulungagung membuka open donasi.
Ketua PAC IPNU Kedungwaru, Mochammad Rifqi Erdiansyah mengungkapkan selain memfokuskan kegiatan yang sifatnya pengkaderan dan juga ingin di masa khidmat ini bermanfaat bagi ummat. Artinya yang bisa dirasakan oleh umat walaupun umat tersebut bukan dari Pengurus NU atau Banom NU.
“Berangkat di Kedungwaru banyak relawan relawan bukan pengurus NU tapi NU secara kultural dhohir batin itu, tapi bukan organisatoris. mewakafkan usianya waktu itu untuk mengajar secara gratis untuk anak anak SD, TK di rumahnya,” ujar Mochammad Rifqi Erdiansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2/2026).
Rifqi menegaskan relawan itu bukan berangkat dari yayasan, mushola atau masjid yang sudah ada lembaga yang ada anggarannya. Melainkan mereka memanfaatkan rumah, ruang tamu kecil digunakan untuk mengajar.
Ia sendiri pernah menjumpai miris, yaitu salah satu rumah yang benar-benar sederhana bahkan tidak ada ubin, tidak di cat tapi. Pengajar TPQ sudah sepuh, namun semangat sekali mengajarkan anak-anak Al Qur’an. Bahkan anak-anak setiap memanggul bukan ustadz atau bapak, akan tetapi ayah.
“Benar-benar hubungannya kuat, sampai kita heran kok ada ya. Kita temui yang tidak dibayar apapun dan tidak mau dibayar dan kita melihat di rumah rumah beliau, dampar atau meja yang digunakan untuk mengaji masih belum ada,” kenangnya.
Rifqi melanjutkan kira-kira bisa tidak menggaet mereka, mempersiapkan untuk menjadi kader, meneruskan perjuangan di Nahdlatul Ulama. Akhirnya pengurus mulai berfikir bagaimana anak anak kecil itu kenal IPNU-IPPNU.
Akhirnya diforum itu tidak punya jawaban, sampai satu saat ketika akan pulang ada yang menceletuk TPQ. Rifqi akhirnya ingat dengan peristiwa lampau yang ia lihat mirisnya dunia pendidikan TPQ yang seadanya.
Rifqi mengatakan andai kata ada sesuatu hal yang dapat diberikan kepada TPQ, ia yakin dengan izin Allah SWT, washilah tersebut akan dituntun sendiri. Rapat jajaran pengurus akhinya bagaimana menggaet kader TPQ teringat tercetus dampar untuk ditasyarufkan kepada TPQ.
“Ada logo serta ditulisi hibah PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kedungwaru 2025-2027. Minimal ketika nanti dewasa maka tidak akan asing dengan istilah IPNU-IPPNU. Karena ketika mengaji mereka selalu berjumpa dengan kalimat itu tadi,” akuinya.
Sehingga ketika proses belajar mengajar Al-Qur’an, mushaf Al-Qur’an masih di letakkan diatas paha santri-santri, karena tidak ada meja. Terkadang anak-anak mushaf ada yang ditaruh di sembarang tempat.
Alhasil, IPNU-IPPNU Kedungwaru mempunyai suatu krenteg batin, apabila disitu ada sebuah meja akan lebih enak ketika belajar Al-Quran. Kalau begitu tercetuslah mentasyarufkan dampar.
“Beberapa bulan kemudian ketika mengadakan rapat jajaran pengurus harian, kita iseng memikirkan 5 sampai 10 tahun kedepan kader-kader pengurus kita sekarang lagi ngapain? nah dari guyonan itu pengurus ada yang berkata, oh anak anak itu masih TPQ. Kebetulan saat itu sore-sore begitu oh iya anak anak masih TPQ,” bebernya.
Pemuda lulusan Polinema Malang jurusan teknik mesin tahun 2023 ini mengaku pihaknya juga ingin membahagiakan tenaga pengajar atau ustadz/ustadzah.
Ketika ada organisasi yang peduli dengan mereka dan membantu mereka ketika nanti ada program kerja yang berkaitan dengan mereka artinya mereka bisa memberikan support timbal balik.
“Karena di Kedungwaru ada agenda salah satunya melibatkan anak-anak TPQ se-Kecamatan Kedungwaru. Di konsep Pekan Santri, lomba-lomba keagamaan itu juga salah satu alasan kenapa benar benar ingin merealisasikan program kerja itu,” ulasnya.
Rifqi mengakui di pengurus sebelum-sebelumnya memang belum ada tinggalan yang bisa dirasakan oleh umat yang bukan dari pengurus NU atau Banom NU. Dengan adanya pentasyarufan meja TPQ ini benar-benar memberikan kebermanfaatan bagi umat.
“Mudah mudahan dengan adanya niat kami ini juga bisa istilahnya minimal kita bisa berperan. Di lingkup ranah pelajar untuk sebagai wujud mengabdi di jam’iyyah,” ujarnya.
Pemuda yang meniti karir di bidang perikanan bagian pembenihan dan suplayer ini mengaku donasi ditutup tanggal 10 Februari 2025.
Lalu, pentasyarufan di tanggal 15 Februari 2025, ada waktu 5 hari untuk memberikan jeda pembuat kursi tersebut untuk merealisasikan jumlah dari sesuai dengan nominal uang masuk.
“Kita habiskan total untuk dampar atau meja Alquran Kemudian untuk pentasarufan nya Insya Allah tanggal 15 sampai tanggal 19 sebelum Ramadan Kalau tidak ada udzur insyaallah sudah selesai,” tandasnya.
Sebagai informasi, saluran donasi dapat melalui kanal berikut: DANA Nomor: 082158873016. Atas Nama: M. Zadan Faisal Zamzami. Bank BRI, Nomor Rekening: 735901021626538 Atas Nama: Fakhrona Idzni Nurin ‘Izzati.
Konfirmasi dan informasi, setelah melakukan transfer, mohon melakukan konfirmasi atau jika ada pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi: 0851-9887-9198 Rekan Dony atau 0813-3640-7466 Rekanita Mudah. (jaz/red)





