Jelang Ramadan, Cabai Rawit di Lamongan Sentuh Rp 80 Ribu

Tim Satgas Saber Polres Lamongan lakukan sidak. Sumber foto: www.detik.com
Tim Satgas Saber Polres Lamongan lakukan sidak. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Lamongan – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, kepolisian bersama instansi terkait melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lamongan.

Hasilnya, sebagian besar komoditas masih berada pada kisaran harga normal, meski cabai rawit tercatat mengalami lonjakan cukup tajam.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detikJatim.com, inspeksi mendadak tersebut dilakukan Tim Satgas Sapu Bersih (Saber) Polres Lamongan di beberapa pasar, salah satunya Pasar Sidoharjo, Kecamatan Lamongan.

Dari hasil pengecekan di lapangan, petugas memastikan pasokan bahan pokok relatif aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat.

Ketua Tim Satgas Saber Satreskrim Polres Lamongan, Ipda Lizma Ramadhama, menyampaikan bahwa dari total 14 komoditas pangan pokok yang dipantau, seluruhnya masih dalam kondisi aman dan terjangkau.

“Untuk komoditas pangan lainnya masih aman. Hanya saja, hari ini harga cabai rawit naik hingga Rp 80 ribu per kilogram,” ujar Lizma, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit diduga dipengaruhi faktor cuaca, terutama curah hujan tinggi yang berdampak pada hasil panen petani. Meski demikian, pihaknya bersama instansi terkait akan berupaya melakukan pengendalian harga.

“Kami akan berupaya agar harganya bisa turun kembali, minimal di kisaran Rp 60 ribu per kilogram,” katanya.

Sidak harga pangan tersebut dilakukan bersama Dinas Perdagangan dan Tim Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan. Petugas mendatangi sejumlah pedagang untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan serta memastikan harga tetap sesuai ketentuan.

Dalam kesempatan itu, Lizma juga mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan menjelang Ramadan.

“Stok pangan untuk satu bulan ke depan masih aman, jadi masyarakat tidak perlu panic buying,” tegasnya.

Sementara terkait isu kelangkaan minyak goreng Minyakkita, pihak kepolisian memastikan ketersediaannya masih mencukupi dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Tadi kami cek langsung, beberapa toko sudah mendapat pasokan dari Bulog. Harga Minyakkita masih sesuai HET, yaitu Rp 15.700 per liter untuk pengecer,” pungkas Lizma.

Pos terkait