Rujak Uleg dan Vaganza Resmi Jadi Event Nasional

Festival Rujak Uleg tahun 2024 di Balai Kota Surabaya. Sumber foto: www.detik.com
Festival Rujak Uleg tahun 2024 di Balai Kota Surabaya. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Surabaya – Dua agenda unggulan Kota Surabaya, Festival Rujak Uleg dan Parade Bunga Surabaya Vaganza, resmi masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata tahun 2026.

Capaian ini menandai peningkatan kualitas event Surabaya di tingkat nasional, setelah pada tahun sebelumnya hanya satu agenda yang lolos kurasi.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detikJatim.com, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari peluang pengajuan event yang lebih luas dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu hanya satu event yang bisa diajukan karena ada pembatasan, tahun ini pembatasan itu sudah tidak ada. Kami ajukan dua event sekaligus dan alhamdulillah keduanya lolos kurasi,” ujar Herry, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, proses penilaian KEN tidak hanya menitikberatkan pada ide kreatif dan inovasi, tetapi juga tata kelola penyelenggaraan. Mulai dari manajemen kegiatan, pengelolaan risiko, hingga strategi penanganan massa menjadi aspek penting dalam kurasi.

“Penilaian juga melihat isu lingkungan serta dampak ekonomi, sosial, dan budaya. Event harus punya strategi pemasaran yang jelas, mampu menarik pengunjung, dan membangun kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Masuknya Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza dalam KEN diyakini memberi dampak signifikan bagi promosi pariwisata Kota Pahlawan. Kedua event tersebut dinilai telah memenuhi standar nasional dan layak dipasarkan sebagai daya tarik wisata unggulan.

Dari sisi ekonomi kreatif, Herry menuturkan, penyelenggaraan event mampu menggerakkan berbagai sektor, mulai dari UMKM hingga industri kreatif. Surabaya Vaganza, misalnya, mendorong permintaan bunga dari daerah lain seperti Batu dan Bandung.

“Ini menunjukkan satu event di Surabaya bisa memberi dampak ekonomi lintas daerah, tidak hanya bagi Surabaya, tetapi juga wilayah sekitarnya,” katanya.

Selain itu, efek berantai juga terlihat pada peningkatan okupansi hotel, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, serta perputaran ekonomi di sektor dekorasi, tata rias, penyewaan kostum, tata cahaya, dan jasa kreatif lainnya.

Pemkot Surabaya pun optimistis penyelenggaraan festival pada bulan Mei, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Surabaya, dapat mendongkrak jumlah wisatawan.

“Kami menargetkan kunjungan wisatawan pada Mei bisa naik sekitar 10 hingga 20 persen dibanding bulan sebelumnya. Dengan begitu, perputaran ekonomi kota juga ikut meningkat,” harapnya.

Ia menegaskan, dampak positif tersebut tidak hanya dirasakan sektor pariwisata seperti hotel, restoran, dan transportasi, tetapi juga pelaku UMKM dan pengrajin lokal.

“Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza bukan sekadar perayaan budaya, melainkan motor penggerak ekonomi lokal yang nyata bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya,” pungkas Herry.

Pos terkait