LINTASJATIM.com, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berencana membangun fasilitas pengolahan sampah modern berkonsep Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kecamatan Sobo.
Keberadaan fasilitas ini ditegaskan bukan sebagai tempat pembuangan akhir, melainkan pusat pemilahan dan pengolahan sampah yang ramah lingkungan.
Dikutip dari detikJatim.com, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Dwi Handayani, menyampaikan bahwa TPS3R dirancang khusus untuk pengolahan sampah skala kawasan dengan sistem tertutup dan terkontrol. Karena itu, operasionalnya tidak menimbulkan bau menyengat maupun dampak lingkungan lainnya.
“TPS3R bukan TPA. Ini adalah fasilitas pengolahan sampah skala kawasan yang fungsinya memilah dan mengolah, bukan menumpuk sampah,” kata Dwi Handayani, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, konsep TPS3R memungkinkan fasilitas dibangun di dekat sumber timbulan sampah, termasuk kawasan permukiman, tanpa menimbulkan gangguan bagi warga sekitar. Seluruh aktivitas pengolahan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
“Kami pastikan tidak ada bau menyengat atau sampah berserakan. Sejumlah TPS3R yang sudah dibangun sebelumnya juga tidak menimbulkan keluhan warga karena pengelolaannya sesuai SOP,” tegasnya.
DLH Banyuwangi mencatat, sebelumnya pemkab telah membangun TPS3R Balak di Kecamatan Songgon serta TPS3R di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Bahkan TPS3R Tembokrejo meraih Plakat Adipura sebagai TPS3R Terbaik Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Untuk TPS3R Sobo, lahan yang disiapkan seluas sekitar 1,8 hektare. Namun area yang digunakan hanya sekitar 9.200 meter persegi, dengan luas bangunan kurang lebih 0,4 hektare.
“Setiap sampah yang masuk langsung diolah. Sampah bernilai ekonomi akan dijual, sampah organik diolah menjadi kompos dan maggot, sementara residu yang tidak bisa diolah baru dikirim ke TPA,” jelas Yani, sapaan akrabnya.
Selain itu, kawasan TPS3R juga akan dilengkapi dengan penanaman pohon dan ruang hijau sebagai buffer zone untuk meminimalkan potensi polusi bau.
Yani berharap masyarakat sekitar tidak khawatir dengan rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, TPS3R justru membawa manfaat lingkungan sekaligus peluang ekonomi.
“Pengolahan dilakukan secara tertib dan terkelola. Ini bukan hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi dari sampah. Inilah bagian dari pengelolaan sampah berkelanjutan di Banyuwangi,” pungkasnya.





