Sopir Trans Jatim Diancam Sanksi

Ainur Rofiq, Kabid Angkutan Darat Dishub Jatim. Sumber foto: www.detik.com
Ainur Rofiq, Kabid Angkutan Darat Dishub Jatim. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Surabaya – Dinas Perhubungan Jawa Timur merespons keluhan masyarakat terkait perilaku mengemudi sopir Bus Trans Jatim yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Sorotan publik menguat setelah unggahan seorang pengendara mobil di media sosial viral, menyoroti cara berkendara bus yang disebut ugal-ugalan di wilayah Gresik.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detikJatim.com, Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub Jatim, Ainur Rofiq, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan meminta operator bus memberikan sanksi kepada pengemudi yang melanggar aturan.

“Seluruh koridor Bus Trans Jatim berada di bawah pengelolaan operator. Meski proses perekrutan sopir dilakukan operator, kami tetap melakukan pengawasan dan evaluasi, termasuk menindaklanjuti keluhan masyarakat,” ujar Ainur Rofiq, Selasa (20/1/2026).

Ia menambahkan, Dishub Jatim telah secara resmi menegur operator agar tidak mentolerir perilaku membahayakan di jalan.

“Kami minta operator memberi sanksi tegas. Jika terbukti ugal-ugalan atau melakukan pelanggaran berat, sopir bisa langsung dipecat,” katanya.

Menurut Rofiq, penertiban juga dilakukan berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di armada bus. Ia mengungkapkan, sudah ada sejumlah pengemudi yang dijatuhi sanksi, bahkan diberhentikan dari pekerjaannya.

“Beberapa operator sudah menindak, ada yang diskors dan ada pula yang diberhentikan karena pelanggaran berat,” jelasnya.

Dishub Jatim juga mengingatkan seluruh operator agar lebih selektif dalam merekrut dan membina pengemudi.

“Kami tekankan pentingnya pelatihan dan pengalaman bagi sopir. Keselamatan penumpang dan pengguna jalan lain harus menjadi prioritas utama,” tegas Rofiq.

Ia menekankan bahwa Bus Trans Jatim merupakan layanan transportasi publik yang mengedepankan keamanan dan kenyamanan, bukan ajang mengejar target operasional.

“Jika ada sopir yang melanggar, kami minta langsung diskors. Untuk pelanggaran berat, harus dikeluarkan. Bus Trans Jatim hadir untuk melayani masyarakat dengan aman,” tandasnya.

Sebelumnya, layanan Bus Trans Jatim di Gresik juga sempat menjadi perhatian publik setelah sebuah armada dilempari batu oleh oknum ASN. Rentetan kejadian tersebut mendorong Dishub Jatim memperketat pengawasan demi menjaga keselamatan dan kepercayaan masyarakat.

Pos terkait