Babi Nyasar Hebohkan Pakel, Dijual Rp400 Ribu

Babi di Tulungagung yang ditangkap saat masuk kampung dikira babi ngepet. Sumber foto: www.detik.com
Babi di Tulungagung yang ditangkap saat masuk kampung dikira babi ngepet. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Tulungagung – Kehebohan warga Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, dipicu kemunculan seekor anak babi yang berkeliaran di permukiman. Peristiwa itu sempat ramai dibicarakan karena dihubungkan dengan isu mistis ‘babi ngepet’ yang beredar di media sosial.

Dikutip dari detikJatim.com, anak babi tersebut akhirnya berhasil diamankan oleh salah satu warga, Harianto, pada Jumat (16/1/2026) pagi. Ia mengungkapkan, keberadaan babi itu pertama kali diketahui warga sejak pagi hari sebelum akhirnya tertangkap.

“Sekitar pukul lima pagi warga di sebelah utara melihat babi itu. Sempat mau diamankan perangkat desa, tapi malah lepas,” kata Harianto, Sabtu (17/1/2026).

Mendengar keramaian warga, Harianto keluar rumah dan ikut mengejar hewan tersebut dengan peralatan seadanya. Upayanya membuahkan hasil setelah babi berhasil ditangkap di belakang rumahnya.

“Saya kejar sambil bawa sangkar ayam. Akhirnya bisa tertangkap dan saya kurung di depan rumah,” ujarnya.

Kabar penangkapan itu cepat menyebar dan membuat warga berdatangan untuk melihat langsung. Rasa penasaran muncul karena di wilayah tersebut tidak terdapat peternakan babi. Dari situ, muncul dugaan babi tersebut berkaitan dengan praktik mistis.

“Ada yang bilang itu babi ngepet. Bahkan ada yang menyarankan dicat atau kupingnya dipotong. Tapi saya yakin itu babi biasa,” tegas Harianto.

Untuk meredam spekulasi, Harianto memilih menjual anak babi tersebut kepada temannya asal Blitar. Transaksi dilakukan secara sederhana tanpa proses panjang.

“Ada teman dari Blitar yang mau memelihara. Ditawar Rp400 ribu, saya lepas,” katanya.

Harianto menambahkan, ukuran anak babi itu masih kecil dengan berat sekitar 10 kilogram. Ia juga menyebut, sejumlah warga sebenarnya sudah melihat babi tersebut berkeliaran sejak beberapa hari sebelumnya di sekitar bantaran Sungai Brantas.

“Empat hari sebelumnya sudah ada yang melihat di pinggir sungai. Bahkan sempat muncul dekat rumah kepala desa,” pungkasnya.

Pos terkait