LINTASJATIM.com, Tulungagung – Ratusan generasi Z memadati halaman Kampus STAI Diponegoro Tulungagung dalam Festival Shalawat yang digelar Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Sabtu (10/1/2026) malam.
Kegiatan ini menjadi ruang dakwah kreatif Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang dikemas melalui seni Islami khas Nahdlatul Ulama.
Ketua Program Studi PAI STAI Diponegoro Tulungagung, Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I, menegaskan pentingnya dakwah Aswaja yang adaptif dan kontekstual agar mampu menjangkau generasi muda.
Menurutnya, seni shalawat merupakan medium strategis untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman secara damai dan membumi.
“Dakwah Aswaja harus terus dihadirkan dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai perkembangan zaman. Seni shalawat bukan sekadar ekspresi budaya, tetapi sarana efektif untuk menanamkan nilai tawassuth, tasamuh, dan tawazun kepada generasi Z,” ujarnya dalam sambutan.
Festival tersebut diikuti 375 peserta yang tergabung dalam 25 tim dari Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Kediri, dan Blitar. Selain para peserta, ratusan pencinta shalawat turut hadir memadati area halaman hingga parkir kampus, menambah semarak acara.
Berbagai kreativitas seni Islami ditampilkan dalam festival ini, khususnya hadrah yang memadukan vokal shalawat dengan iringan musik tradisi. Perpaduan tersebut menjadikan kegiatan ini tidak hanya bernilai religius, tetapi juga edukatif dan kultural.
Kholid menambahkan, Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung berkomitmen menjadikan kampus sebagai ruang aktualisasi dakwah Aswaja yang terintegrasi dengan pengembangan akademik, seni, dan budaya.
Kegiatan serupa, kata dia, akan terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi penguatan moderasi beragama dan kaderisasi generasi muda.
“Program Studi PAI berkomitmen menjaga dan menginternalisasikan nilai-nilai tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah melalui seni dan budaya Islam, khususnya tradisi Ahlus Syafi’i. Ini menjadi bagian penting dari strategi dakwah dan pendidikan kami,” pungkasnya.
Melalui festival shalawat ini, diharapkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin semakin mengakar di kalangan generasi muda, sekaligus memperkuat peran STAI Diponegoro Tulungagung sebagai pusat pengembangan dakwah Aswaja yang responsif terhadap dinamika sosial dan budaya. (jaz/red)






