LINTASJATIM.com, Sidoarjo – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Sidoarjo Masa Khidmat 2025–2026 resmi dilantik pada Minggu (28/12/2025) di Ballroom PCNU Sidoarjo.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru yang siap mengonsolidasikan gerakan mahasiswa Islam yang progresif dan berdaya saing.
Kegiatan pelantikan mengusung tema ‘Katalis PMII Sidoarjo dalam Membangun Ekosistem Baru yang Berdaya Saing’. Tema ini menjadi penegasan arah gerak organisasi untuk memperkuat kaderisasi serta mendorong lahirnya inovasi gerakan di lingkungan PMII Sidoarjo.
Ketua Pelaksana Pelantikan, Mohammad Rofiudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan agenda tersebut. Ia menyebut pelantikan ini sebagai momentum penting bagi keberlanjutan roda organisasi.
“Hari ini merupakan momentum penting bagi PMII Sidoarjo dengan dilantiknya pengurus cabang masa khidmat 2025–2026. Tema yang diangkat menegaskan komitmen kami untuk membangun kader PMII yang berintegritas, kompeten, dan berdaya saing,” ujarnya.
Rofiudin menjelaskan, PC PMII Sidoarjo saat ini menaungi tujuh komisariat, yakni Komisariat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Hasyim Latif, Ronggowarsito Universitas PGRI Delta Sidoarjo, Cokroaminoto, serta dua komisariat lain yang tersebar di wilayah Sidoarjo.
Sebanyak 73 kader PMII dikukuhkan sebagai pengurus melalui Surat Keputusan (SK) kepengurusan. Menurutnya, hal tersebut menuntut terciptanya ekosistem organisasi yang mampu mendukung pengembangan kader sesuai minat dan bakat masing-masing.
Sementara itu, Ketua PC PMII Sidoarjo terpilih, Muchammad Alfien Ananta, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membersamai proses Konferensi Cabang (Konfercab) hingga pelantikan pengurus.
Ia menegaskan bahwa PMII tidak boleh berhenti sebagai organisasi mahasiswa semata, melainkan harus hadir dengan gerakan nyata yang memberi dampak bagi masyarakat.
“PMII Sidoarjo harus mampu menjadi katalis kaderisasi dan gerakan. Tidak ada artinya keberadaan kita jika tidak mampu melahirkan sesuatu yang lebih baik dari periode sebelumnya,” tegas Alfien.
Ia menjelaskan, konsep katalis diambil dari istilah dalam ilmu kimia yang bermakna mempercepat proses perubahan menuju kondisi yang lebih baik.
Konsep tersebut diterjemahkan sebagai semangat PC PMII Sidoarjo untuk melahirkan inovasi baru dalam kaderisasi, fasilitasi, dan gerakan organisasi.
Menurutnya, keberagaman kultur dari tujuh komisariat justru menjadi kekuatan dalam membangun ekosistem organisasi yang sehat, kompetitif, dan saling menginspirasi.
“Perbedaan kultur adalah identitas. Jika dikelola dengan persaingan yang sehat, perbedaan itu akan melahirkan kader-kader yang siap bersaing di dunia luar,” ujarnya.
Dalam kepemimpinan periode 2025–2026, PC PMII Sidoarjo juga menegaskan komitmennya untuk konsisten menjadi mitra kritis Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Sikap tersebut diwujudkan melalui paradigma kritis, transformatif, dan produktif dalam setiap gerakan organisasi.
“Kritis dalam berpikir, transformatif dalam gerakan, dan produktif dalam karya. Itulah arah gerak PMII Sidoarjo ke depan,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen organisasi, mulai dari pengurus cabang, komisariat, rayon, hingga mitra lintas sektor, dapat bersama-sama menjaga ekosistem pergerakan agar tetap berada pada jalur kaderisasi dan kemaslahatan bersama.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis PMII Sidoarjo dapat memberi manfaat nyata bagi kader maupun masyarakat Sidoarjo,” pungkasnya.






