LINTASJATIM.com, Surabaya – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya kembali mengingatkan para pengguna jasa agar lebih teliti menjaga barang bawaannya, terutama tumbler.
Imbauan ini disampaikan setelah data layanan Lost and Found menunjukkan bahwa tumbler menjadi salah satu barang yang paling sering tertinggal di stasiun maupun di dalam kereta.
Dikutip dari detikJatim.com, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menjelaskan bahwa kampanye penggunaan tumbler sejatinya digencarkan untuk mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Namun, di sisi lain, tumbler justru menjadi barang yang kerap terlupakan.
“Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, layanan Lost and Found Daop 8 mencatat 197 tumbler ditemukan,” ungkap Luqman, Jumat (28/11/2025).
Dari jumlah itu, hanya 24 tumbler yang telah diambil kembali oleh pemiliknya, sementara 173 lainnya masih tersimpan di pos pengamanan stasiun.
“Petugas akan mencatat, menyimpan, dan mengamankan barang temuan hingga diambil kembali oleh pemiliknya,” katanya.
Menurut Luqman, KAI terus mendorong kebiasaan membawa tumbler pribadi melalui kampanye ‘Jangan Lupa Bawa Tumbler’. Fasilitas Water Station pun telah disediakan di sejumlah stasiun besar seperti Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Lamongan, dan Sidoarjo.
“Langkah kecil ini tidak hanya lebih sehat, tetapi juga berkontribusi besar dalam mengurangi sampah plastik,” ujarnya.
Meski demikian, KAI mengingatkan bahwa seluruh barang bawaan merupakan tanggung jawab penumpang. Artinya, kehilangan barang tidak dapat diajukan sebagai dasar ganti rugi kepada pihak KAI. Penumpang diimbau mengecek ulang barang pribadi sebelum turun dari kereta.
KAI juga memaparkan mekanisme pengambilan barang hilang yang telah ditemukan petugas. Penumpang harus melapor ke petugas stasiun, kemudian petugas akan mengecek data di layanan Lost and Found.
Jika barang yang dilaporkan sesuai, penumpang dapat mengambilnya dengan menunjukkan identitas dan bukti kepemilikan.
“Selain lebih hemat dan praktis, pengisian ulang ini membantu mengurangi sampah botol plastik yang kerap menjadi masalah lingkungan,” tambah Luqman.
Imbauan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran penumpang untuk menjaga barang pribadi sekaligus mendukung gerakan pengurangan sampah plastik di area transportasi publik.





