PMII Desak Evaluasi 14 Program Bupati Sidoarjo

PMII Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi demonstrasi bertajuk Marhaban Ya Melawan.
PMII Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi demonstrasi bertajuk Marhaban Ya Melawan.

LINTASJATIM.com, Sidoarjo – Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Sidoarjo, Kamis (26/2/2026) sore.

Aksi bertajuk ‘Marhaban Ya Melawan’ itu digelar sebagai bentuk evaluasi satu tahun kinerja Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

Bacaan Lainnya

Massa mulai berkumpul di Gedung Hambalang sekitar pukul 14.00 WIB, lalu melakukan long march menuju Kantor Bupati pada pukul 15.00 WIB. Sepanjang perjalanan, mahasiswa menyampaikan orasi, membacakan puisi, dan menyanyikan lagu perjuangan.

Ketua PC PMII Sidoarjo, M. Alfien Ananta, menilai realisasi 14 program visi-misi kepala daerah belum menunjukkan capaian signifikan. Ia menyebut sejumlah program terkesan berjalan secara administratif, namun belum optimal dalam implementasi di lapangan.

“Aksi ini menjadi bentuk ekspresi kekecewaan terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati yang dinilai belum selaras dengan realisasi 14 program kerja yang selama ini digaungkan kepada publik. Satu tahun kepemimpinan perlu dievaluasi secara terbuka dan objektif,” tegas Alfien dalam orasinya.

Ia menambahkan, PMII akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah agar berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada masyarakat.

“PMII Sidoarjo akan terus mengawal jalannya pemerintahan agar transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat Sidoarjo,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, PMII menyampaikan delapan tuntutan. Di antaranya, mendesak pemerintah daerah menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama melalui pemerataan kualitas sekolah, peningkatan sarana-prasarana, transparansi anggaran, serta perluasan akses pendidikan yang layak dan terjangkau.

Mahasiswa juga menuntut percepatan perbaikan jalan rusak dengan standar kualitas yang jelas dan pengawasan ketat, evaluasi menyeluruh sistem drainase dan tata ruang untuk mengatasi banjir tahunan, serta program ketenagakerjaan yang berpihak pada pemuda dan lulusan baru dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Selain itu, mereka meminta realisasi janji kampanye pembangunan sirkuit resmi untuk menekan balap liar, transparansi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia dan warga miskin, keterbukaan data partisipasi dan anggaran program integrasi pusat kreativitas dengan kebutuhan industri dan UMKM, serta penyelesaian proyek-proyek yang mengalami keterlambatan.

Setelah sekitar dua jam menunggu, perwakilan massa akhirnya diterima Bupati Sidoarjo, H. Subandi. Dalam pertemuan tersebut, Subandi menyampaikan bahwa Pemkab tengah menjalankan master plan pembangunan yang mencakup empat sektor utama, yakni pendidikan, jalan, taman, dan irigasi.

Ia menjelaskan, pendataan kebutuhan pendidikan hingga tingkat kecamatan telah dilakukan sebagai dasar penyusunan skala prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan bertahap hingga 2026.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan serta membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa dan masyarakat sebagai bagian dari proses demokrasi,” kata Subandi.

Pos terkait