LINTASJATIM.com, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya mempercepat perbaikan jalan provinsi yang rusak, dengan fokus awal pada ruas Kasian–Puger di Kabupaten Jember yang dinilai mengalami kerusakan berat.
Dikutip dari detikJatim.com, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, penanganan jalan tidak lagi dilakukan dengan metode tambal sulam, melainkan melalui rekonstruksi pada titik-titik yang mengalami deformasi.
“Yang jelas Kasian-Puger di Jember pakai metode rekonstruksi parsial, jadi bukan sekadar tambal menambal. Lapisan fondasi dikupas 20–40 cm, kemudian diisi fondasi baru agregat kelas A dan diakhiri dengan aspal CPHMA,” ujar Emil, Rabu (25/2/2026).
Menurut Emil, metode tersebut diterapkan khusus pada bagian jalan yang kondisinya sudah mengalami penurunan struktur.
“Rekonstruksi parsial dilakukan di titik-titik yang kondisinya memang sudah deformasi,” tambahnya.
Ruas Kasian–Puger disebut menjadi prioritas karena tingkat kerusakannya tergolong parah dan menjadi jalur vital dengan volume kendaraan angkutan berat yang tinggi. Dari total sekitar 1.650 kilometer jalan provinsi di Jatim, kawasan Kencong dan Puger memiliki beban lalu lintas yang melampaui kapasitas jalan.
“Ruas jalan di sekitar Kencong dan Puger memang memiliki tantangan tersendiri karena intensitas kendaraan muatan yang sangat melebihi kapasitas. Namun atas kesepakatan warga dengan Pemkab dan pelaku usaha, aktivitas pengangkutan tetap diperkenankan sembari secara bertahap kondisi jalan ditingkatkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, meningkatnya keluhan masyarakat mendorong Pemprov melakukan modifikasi sistem perawatan rutin. Selain pengupasan aspal dan fondasi hingga 40 sentimeter, pengawasan di lapangan juga diperketat.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan Dishub, Dinas PU Bina Marga dan Kapolres untuk hari ini disisir ruas jalan tersebut dan jika ada lubang atau gelombang yang belum tertangani agar dibatasi arus lalin sementara sembari mempercepat penanganan,” tegas Emil.
Selain jalan provinsi, Pemprov Jatim juga berkoordinasi untuk penanganan jalan nasional yang rusak, termasuk ruas Mojoagung–Peterongan–Lingkar Jombang yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Emil mengapresiasi langkah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa-Bali dalam merespons aspirasi masyarakat.
“Ruas ini rawan lubang bahkan bertambah 60 dalam sehari karena umur jalan sudah mendekati 9 tahun sejak 2017 dan curah hujan di ruas ini lebih besar dari wilayah lain di Jatim,” ungkapnya.
Ia menyebut jumlah tim penambal lubang telah ditingkatkan, sementara untuk solusi jangka panjang akan dilakukan overlay sepanjang empat kilometer agar jalan lebih tahan terhadap kerusakan.
“Tim penanganan lubang dilipatgandakan untuk mempercepat penanganan, dan untuk jangka panjang sepanjang 4 kilometer akan di-overlay atau diremajakan agar tidak lagi terlalu rawan lubang,” pungkasnya.





