Lahar Semeru Meluap, Warga Diminta Menjauh

Banjir lahar dingin Semeru di Besuk Kobokan disertai dengan letusan sekunder. Sumber foto: www.detik.com
Banjir lahar dingin Semeru di Besuk Kobokan disertai dengan letusan sekunder. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Lumajang – Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru memicu banjir lahar dingin di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) pada Selasa (17/2/2026). Selain membawa material vulkanik, aliran lahar juga disertai letusan sekunder yang muncul di sepanjang jalur sungai.

Dikutip dari detikJatim.com, salah satu titik terdampak berada di Sungai Besuk Kobokan. Arus lahar mengalir deras dari hulu gunung dengan menyeret pasir, batu, serta sisa material erupsi sebelumnya. Di beberapa lokasi, terlihat kepulan asap putih muncul dari aliran sungai yang dilanda banjir lahar.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut banjir lahar terjadi akibat intensitas hujan tinggi di kawasan puncak dan lereng Semeru.

“Banjir lahar Gunung Semeru menerjang sejumlah daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru,” ujar Isnugroho, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, fenomena asap putih yang tampak di aliran sungai merupakan dampak dari material vulkanik yang masih panas bercampur dengan air hujan. Kondisi ini memicu letusan kecil atau letusan sekunder di sepanjang jalur lahar.

BPBD Lumajang mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak beraktivitas di sekitar aliran sungai selama hujan masih turun di kawasan gunung.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai banjir lahar serta menjauhi aliran sungai yang dialiri banjir lahar,” tegas Isnugroho.

Hingga kini, petugas terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan guna mengantisipasi potensi luapan susulan. Masyarakat diharapkan segera melapor kepada aparat setempat apabila melihat tanda-tanda peningkatan debit air atau getaran yang mengarah pada banjir lahar berikutnya.

Pos terkait