LINTASJATIM.com, Gresik – Meluapnya Sungai Avour setelah diguyur hujan deras selama dua hari berturut-turut menyebabkan ribuan rumah di wilayah selatan Kabupaten Gresik terendam banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mencatat sedikitnya 1.083 rumah terdampak genangan.
Dikutip dari detikJatim.com, Kepala BPBD Gresik, Sukardi, menjelaskan curah hujan tinggi sejak Selasa (10/2/2026) hingga Rabu (11/2/2026) memicu peningkatan debit air sungai hingga meluber ke jalan dan kawasan permukiman.
“Curah hujan yang tinggi membuat volume air Sungai Avour meningkat dan akhirnya meluap ke pemukiman warga,” ujar Sukardi, Kamis (12/2/2026).
Selain merendam rumah, luapan air juga menyebabkan tanggul sungai jebol di dua lokasi.
“Luapan Sungai Avour juga mengakibatkan jebolnya tanggul di dua titik di Dusun Sumberjalin dan Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom,” katanya.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, banjir meluas ke tujuh desa di Kecamatan Wringinanom dan Driyorejo. Di Desa Sumengko, misalnya, genangan setinggi 40–60 sentimeter menutup jalan poros desa dan lingkungan. Sekitar 15 rumah terdampak dengan ketinggian air 10–30 sentimeter.
Sementara itu, di Desa Wringinanom, air setinggi 10–20 sentimeter merendam akses jalan dan sekitar 500 rumah warga. Kondisi serupa terjadi di Desa Pasinan.
Air setinggi 40–60 sentimeter menggenangi jalan penghubung desa, sedangkan permukiman warga terendam 10–30 sentimeter dengan jumlah terdampak sekitar 500 rumah.
“Termasuk fasilitas umum seperti mushola dan balai dusun,” tambah Sukardi.
Di Desa Lebaniwaras, jalan poros desa tergenang 10–30 sentimeter. Sedangkan di Desa Sumberame, tanggul yang jebol memiliki panjang sekitar lima meter dan lebar dua meter.
Banjir juga menjalar ke Kecamatan Driyorejo. Di Desa Sumput, genangan setinggi 10–30 sentimeter menutup jalan lingkungan. Sukardi menyebut kondisi di wilayah ini mulai berangsur surut.
“Selain di Sumput, banjir juga terjadi di Desa Krikilan, Dusun Legundi. Jalan poros desa tergenang 30–50 sentimeter, rumah terdampak sekitar 68 unit dengan ketinggian 10–30 sentimeter, termasuk SDN 3 Krikilan dan SMP PGRI Driyorejo,” jelasnya.
Meski tren air mulai menurun, BPBD Gresik tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan hujan susulan.
“Dari data tersebut, total ada 1.083 rumah yang tergenang air. Saat ini BPBD Gresik masih stand by dan monitoring,” pungkas Sukardi.





