LINTASJATIM.com, Tulungagung – Dugaan keracunan makanan kembali menimpa peserta didik di Kabupaten Tulungagung. Kali ini, puluhan siswa SDN 3 Bungur, Kecamatan Karangrejo, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (10/2/2026).
Dikutip dari detikJatim.com, sedikitnya 24 siswa mengalami keluhan dengan gejala yang bervariasi. Para siswa yang terdampak langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan, mengatakan tidak seluruh siswa harus menjalani perawatan intensif.
“Sebagian anak cukup dilakukan observasi karena kondisinya sudah mulai membaik dan bisa segera dipulangkan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan awal, mayoritas siswa mengeluhkan sakit perut, muntah, diare, hingga kondisi tubuh yang lemas. Seluruh siswa yang mengalami gejala telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur medis.
Dari penelusuran sementara, sebelum muncul keluhan para siswa sempat mengonsumsi menu ayam suwir yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bungur 4.
dr. Aris mengungkapkan pihak SPPG sebenarnya telah mencurigai kualitas menu tersebut sejak awal produksi. Aroma tidak sedap pada ayam suwir menjadi perhatian petugas dapur.
“Kepala SPPG sudah menginstruksikan penarikan makanan melalui grup WhatsApp karena ayam suwir yang diproduksi tercium bau tidak normal,” kata dr. Aris.
Namun, proses distribusi yang tidak serentak menyebabkan sebagian menu terlanjur dikonsumsi siswa di SDN 3 Bungur sebelum penarikan dilakukan.
“Di sekolah ini belum sempat ditarik karena waktu distribusinya memang berbeda,” tambahnya.
Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Tulungagung bersama tim Inafis Satreskrim Polres Tulungagung melakukan penyelidikan lanjutan. Petugas mengambil sampel makanan serta muntahan korban guna dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Peristiwa ini menambah daftar panjang dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaan Program MBG di Tulungagung. Sebelumnya, kasus serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah sekolah, antara lain SMK Sore, SMKN 2 Boyolangu, MAN 2 Tulungagung, SMKN 3 Boyolangu, dan SMPN 1 Boyolangu.





