LINTASJATIM.com, Trenggalek – Guncangan gempa tektonik berkekuatan 6,4 magnitudo yang berpusat di laut tenggara Pacitan berdampak hingga wilayah Kabupaten Trenggalek.
Dikutip dari detikJatim.com, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sedikitnya enam rumah warga mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menjelaskan rumah-rumah terdampak tersebar di tiga kecamatan, yakni Bendungan, Suruh, dan Munjungan. Kerusakan bervariasi mulai dari retakan dinding hingga ambruknya bagian bangunan.
“Tim reaksi cepat masih melakukan pemantauan di masing-masing wilayah. Sementara data yang masuk ada enam rumah, dengan kondisi retak sampai atap ambruk,” ujar Triadi, Jumat (6/2/2026).
Ia merinci, rumah milik Katimin, Selan, dan Sugi di Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan mengalami kerusakan cukup signifikan. Selain itu, rumah Jasad dan Sutaji di Desa Suruh serta rumah Soirin di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, juga terdampak gempa.
“Katimin temboknya retak, Selan dan Sugi atapnya ambruk. Kemudian rumah Jasad dan Sutaji temboknya ambrol, sementara rumah Soirin dapurnya roboh,” jelasnya.
BPBD memperkirakan total kerugian material akibat kerusakan tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Meski demikian, Triadi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.
“Alhamdulillah hanya bangunan yang rusak, tidak ada korban. Warga semuanya selamat,” katanya.
BPBD Trenggalek masih terus melakukan pendataan di lapangan. Triadi menambahkan, jumlah rumah terdampak berpotensi bertambah seiring proses penyisiran yang masih berlangsung di seluruh wilayah.
“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat perlu memahami dan mematuhi prosedur keselamatan saat terjadi gempa agar risiko dapat diminimalkan,” pungkasnya.
Diketahui, gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo terjadi pada pukul 01.06 WIB dengan pusat gempa di laut tenggara Pacitan. Getaran gempa dilaporkan terasa cukup kuat di wilayah Trenggalek dan Tulungagung.





