LINTASJATIM.com, Pamekasan – Sejumlah warga Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, memilih meninggalkan rumah mereka menyusul bencana tanah bergerak yang terus memperparah kondisi bangunan.
Kerusakan yang terjadi dinilai membahayakan keselamatan, sehingga rumah-rumah tersebut tidak lagi layak dihuni.
Dikutip dari detikJatim.com, sebagai langkah darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan mendirikan tenda pengungsian pada Senin (19/1/2026).
Lokasi tenda berada sekitar 100 meter dari area terdampak dan disiapkan untuk menampung warga yang rumahnya terancam ambruk.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengatakan penanganan awal difokuskan pada keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar selama masa pengungsian.
“Hari ini kami mendirikan tenda pengungsian sekaligus menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak. Kondisi rumah sangat rawan, sehingga tidak memungkinkan untuk ditempati,” ujar Dhofir.
Di lapangan, kerusakan rumah tampak semakin parah. Sejumlah dinding mengalami retakan besar dan beberapa bangunan terlihat miring. Meski sudah diminta menjauh, masih ada warga yang bertahan di sekitar lokasi untuk mengawasi kondisi rumah mereka.
Salah seorang warga, Asnawi, menyebut bencana tanah bergerak bukan kali pertama terjadi di desanya. Namun, kejadian tahun ini disebut sebagai yang paling merusak dibanding sebelumnya.
“Kejadian seperti ini sudah tiga kali. Tahun 2014 hanya satu rumah yang terdampak, lalu tahun 2023 satu rumah dan satu musala. Tahun ini paling parah karena seluruh rumah warga terdampak, total ada 16 rumah rusak,” kata Asnawi.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah lanjutan, tidak hanya penanganan darurat, tetapi juga solusi jangka panjang agar bencana serupa tidak terus berulang dan mengancam keselamatan mereka.






