LINTASJATIM.com, Tulungagung – Bencana angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, dan mengakibatkan sedikitnya 41 rumah warga mengalami kerusakan.
Berdasarkan data sementara, kerusakan tersebut tersebar di tiga desa, yakni Desa Karangsari, Desa Panjerejo, dan Desa Tugu.
Peristiwa yang terjadi pada sore hari ini mengejutkan warga setempat karena angin kencang muncul secara tiba-tiba sebelum hujan turun. Pihak pemerintah kecamatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan asesmen di lokasi kejadian untuk mendata kerugian material.
Salah seorang warga Desa Karangsari yang terdampak, Aziz Saiful Arifin (34), menceritakan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Menurutnya, angin datang dari arah barat daya dengan durasi yang relatif singkat namun kuat.
“Kejadiannya tidak lama, mungkin sekitar 10 menit. Kondisinya saat itu malah belum hujan. Tiba-tiba angin muncul dan langsung menyapu bagian emperan rumah, asbes dan genting habis terbawa angin,” kata Aziz, Senin (12/1/2026).
Meski menyebabkan kerugian material yang cukup banyak, Camat Ngantru memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Ia juga mengapresiasi ketangguhan warga yang secara mandiri langsung melakukan perbaikan atap rumah mereka pascabencana.
“Sampai sekarang tidak ada laporan korban luka. Kami bangga melihat ketangguhan masyarakat di wilayah terdampak yang langsung melakukan langkah perbaikan secara mandiri,” pungkasnya.
Sementara Camat Ngunut, Didi Jarot Widodo Nur Samsu, mengungkapkan rasa prihatinnya atas musibah yang menimpa warganya.
Ia menjelaskan bahwa pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan BPBD untuk menyikapi dampak bencana secara cepat melalui program Desa Siaga Tanggap Bencana.
“Kami sampaikan terima kasih kepada teman-teman BPBD yang segera merespons bersama kami, kepala desa, perangkat, hingga RT untuk melakukan tinjaua lapangan guna penilaian kerugian,” beber Jarot kepada awak media.
Jarot merinci, di Desa Karangsari tercatat ada 15 rumah yang terdampak, mayoritas berada di Dusun Padangan. Sementara itu, dampak terparah terjadi di Desa Panjerejo dengan total 22 rumah rusak, dan di Desa Tugu dilaporkan terdapat 4 rumah yang mengalami kerusakan.
“Kondisi rata-rata kerusakan masuk kategori ringan hingga sedang. Karena ini puting beliung, banyak atap asbes yang terangkat dan genting-genting rumah melorot jatuh,” tambahnya. (jaz/red)






