Banjir Simo Masuk Prioritas 2026

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Sumber foto: www.detik.com
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Surabaya – Persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Simo Kalangan, Surabaya, kembali menjadi sorotan usai hujan deras mengguyur kota pada awal Januari 2026.

Genangan air setinggi lutut orang dewasa yang telah dirasakan warga selama lebih dari satu dekade akhirnya diakui belum tertangani secara menyeluruh oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detikJatim.com, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa kawasan Simo memang menjadi salah satu wilayah yang selama ini belum tersentuh program penanganan banjir secara permanen. Selama ini, upaya yang dilakukan masih bersifat sementara dengan bantuan penyedotan air.

“Kalau Simo, Simo Kalangan dan Simo Hilir itu sudah bertahun-tahun memang belum kita sentuh sama sekali. Jadi selama ini hanya menggunakan mobil pemadam kebakaran,” kata Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Senin (5/1/2026).

Meski banjir di kawasan tersebut relatif cepat surut, Eri mengakui kondisi tersebut tetap menjadi keluhan warga karena terus berulang sejak 2014. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya berkomitmen mulai melakukan penanganan bertahap pada tahun ini.

“Untuk Simo Kalangan, baru akan kita tangani mulai tahun 2026 secara bergantian dengan titik-titik lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fokus penanganan banjir tidak hanya terbatas pada Simo Kalangan, melainkan mencakup sejumlah wilayah di sekitarnya. Beberapa kawasan yang masuk prioritas antara lain Simo Hilir, Simo Rejo A, Simo Rejo 1A dan 1B, hingga Tanjungsari.

“Insyaallah ke depan yang kita kerjakan adalah Simo Kalangan, Simo Hilir, Simo Rejo A, 1A, 1B, dan Tanjungsari. Itu fokus kita di tahun 2026,” jelas Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Hidayat Syah, mengungkapkan bahwa salah satu solusi jangka panjang adalah pembangunan jalur diversi aliran air Gunung Sari–Babat Jerawat yang selama ini belum tersambung.

“Diversi Gunung Sari sampai Pakal itu belum nyambung. Tahun ini akan kita bangun. Setelah itu, insyaallah aliran air bisa lebih lancar,” pungkasnya.

Pos terkait