LINTASJATIM.com, Bangkalan – Lonjakan kasus campak di Sumenep membuat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) turun langsung ke Madura. Salah satu titik yang dipantau adalah RSUD Syamrabu Bangkalan, Jumat (29/8/2025).
Dikutip dari detikJatim.com, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, Sukadino, menegaskan kunjungan itu untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi penyebaran penyakit.
“Kegiatan kali ini mau monitoring usai kejadian KLB campak di Sumenep. Salah satu jadwal monitoring di Madura Raya adalah Bangkalan,” ujarnya.
Menurutnya, langkah antisipasi telah dilakukan melalui program imunisasi campak yang digencarkan dinas kesehatan dan kerja sama fasilitas kesehatan setempat. Sukadino mengapresiasi kesiapan RSUD Syamrabu.
“Saya lihat fasilitas di RSUD ini sangat bagus, karena sudah menyiapkan isolasi khusus sebagai langkah antisipasi penyebaran campak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, cakupan imunisasi menjadi kunci utama untuk menekan angka penularan.
“Target imunisasi campak adalah 95 persen. Dengan capaian saat ini, kami mengapresiasi,” katanya.
Sukadino juga meminta Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya aktif menjemput bola dalam pengambilan sampel uji.
“Hal ini sudah menjadi komitmen Menkes agar BBLK bisa jemput bola,” imbuhnya.
Ia menekankan bahwa campak justru lebih menular dibanding Covid-19.
“Menurut CDC, angka reproduksi dasar atau R0 untuk campak adalah 12–18. Sementara untuk Covid hanya sekitar 8, jadi penyebarannya lebih cepat campak,” tandasnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSUD Syamrabu, dr. Mega Malynda, menyebutkan gejala campak biasanya diawali demam, kemudian muncul bintik merah dari belakang telinga hingga menyebar ke seluruh tubuh, disertai batuk dan pilek.
“Imunisasi adalah cara terbaik untuk melindungi. Anak yang sudah divaksin, meski terkena campak, gejalanya lebih ringan,” jelas Mega.
Saat ini, RSUD Syamrabu merawat 17 anak dengan status suspek campak. Kondisi mereka stabil, dan empat di antaranya segera diperbolehkan pulang.
“Syukurnya semua pasien dalam kondisi membaik,” pungkasnya.