LINTASJATIM.com, Sidoarjo – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Proposal Penelitian hasil kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur (BRIDA Jatim).
Penelitian tersebut mengangkat tema pemahaman orang tua tentang stunting pada anak usia dini di wilayah Sidoarjo dan Sumenep.
Riset berjudul ‘Analisis Tingkat Pemahaman Orang Tua tentang Stunting (Kesehatan dan Gizi) pada Anak Usia Dini (4–6 Tahun)’ itu diketuai Shofiyatuz Zahro, S.Sos., M.Pd., dengan anggota Dr. H. Rangga Sa’adillah, S.A.P., M.Pd.I., dan Rif’atul Anita, S.Pd., M.Pd.
Ketua tim peneliti, Shofiyatuz Zahro, menjelaskan bahwa penelitian difokuskan pada pemahaman orang tua sebagai salah satu faktor kunci dalam percepatan penurunan angka stunting.
Menurutnya, meskipun program penanganan stunting telah berjalan secara nasional, penguatan edukasi di tingkat keluarga masih sangat dibutuhkan.
“Implementasi program di tingkat komunitas memerlukan penguatan, terutama dalam aspek edukasi keluarga. Karena itu, penelitian ini tetap relevan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Kepala BRIDA Jawa Timur, Dr. Andriyanto, menyampaikan bahwa pendanaan penelitian bersumber dari pokok pikiran anggota DPRD Jawa Timur. Namun, ia menegaskan bahwa penelitian harus tetap independen dan bebas dari kepentingan politik.
“Yang terpenting, hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kami memiliki Tim Penjamin Mutu untuk memastikan kualitas penelitian tetap terjaga,” katanya.
Sementara itu, Tim Penjamin Mutu BRIDA Jatim, Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., menilai penelitian ini menarik karena menyasar akar persoalan stunting, yakni pemahaman orang tua. Ia menekankan pentingnya penelitian menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif.
“Penelitian harus mampu memecahkan masalah nyata di masyarakat. Tidak cukup hanya memberi informasi, tetapi juga menghadirkan solusi konkret yang bisa diterapkan orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar luaran penelitian tidak sebatas laporan akademik, melainkan berupa produk edukasi atau model intervensi yang dapat dimanfaatkan pemerintah dan masyarakat dalam penanganan stunting.
Seminar proposal ini menjadi tahap awal untuk memastikan penelitian berjalan sesuai standar ilmiah sekaligus berkontribusi dalam pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting pada anak usia dini.





