LINTASJATIM.com, Istanbul – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura bersama Universitas Istanbul, Turki, sukses menyelenggarakan International Symposium on The Role of the Sixth Hijri Century in the Development of Islamic Sciences pada Kamis (27/11/2025) sampai Sabtu (29/11/2025).
Acara bergengsi ini berlangsung di Faculty of Theology, Istanbul University, dan dihadiri profesor serta peneliti dari berbagai negara, di antaranya Maroko, Aljazair, Prancis, Yaman, Oman, Mesir, Pakistan, Iran, Yordania, dan Indonesia.
Simposium tersebut membahas kontribusi besar abad keenam Hijriah dalam perkembangan disiplin ilmu Islam, mulai dari fikih, hadis, tafsir, teologi, hingga tradisi intelektual dunia Islam.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga menegaskan semakin kuatnya kolaborasi akademik antara UIN Madura dan Universitas Istanbul dalam bidang riset, kajian keislaman, serta pengembangan jejaring ilmiah internasional.
Salah satu narasumber utama dari Indonesia, Assoc. Prof. Muhammad Taufiq, Ph.D. (UIN Madura), mempresentasikan makalah berjudul ‘The Role of Al-Ghāyah wa al-Taqrīb in the Development of Fiqh Madzhab Shāfi‘ī in Nusantara’.
Ia menjelaskan bahwa kitab Al-Ghāyah wa al-Taqrīb atau Fath al-Qarīb merupakan teks penting yang berpengaruh besar dalam pembentukan dan transmisi tradisi fikih Syafi‘i di Nusantara.
Kitab tersebut menjadi rujukan utama di pesantren dan berperan sebagai penghubung antara literatur fikih klasik dengan praktik keagamaan masyarakat Muslim Indonesia.
Paparan ilmiah tersebut mendapat apresiasi luas dari peserta simposium dan para akademisi internasional.
Mereka menilai kajian itu memperkaya wacana global mengenai perkembangan dan penyebaran fikih Syafi‘i, sekaligus menghadirkan perspektif Asia Tenggara yang selama ini kurang terekspos dalam diskursus ilmiah internasional.
Melalui kegiatan ini, UIN Madura semakin meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam pengembangan studi Islam di tingkat global.
Kerja sama antara UIN Madura dan Universitas Istanbul juga diharapkan terus berkembang melalui riset bersama, publikasi ilmiah, serta program pertukaran akademik.
Penyelenggaraan simposium ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan visibilitas akademik UIN Madura sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam khazanah keilmuan Islam dunia.






